Rusak 10 Tahun, Jalan Diblokade Warga dengan Pasir Batu


Warga di Desa Paya Tukai, Pante Gaki Bale dan Desa Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Kamis (12/5/2016) memblokir sepanjang jalan di Kecamatan Langkahan dengan pasir batu.

LHOKSEUMAWE,  Warga di Desa Paya Tukai, Pante Gaki Bale, dan Desa Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Kamis (12/5/2016), memblokade sepanjang jalan di Kecamatan Langkahan dengan pasir batu.
Mereka meletakkan pasir batu di sepanjang jalan. Akibatnya, jalan tersebut sangat sulit dilintasi. Tindakan itu sebagai bentuk protes karena jalan tersebut rusak, tetapi belum diperbaiki.
Ketua Forum Keuchik (kepala desa) Langkahan, Hamdani, menyebutkan, sepanjang 4 kilometer, jalan di kecamatan itu sudah rusak parah sejak 10 tahun terakhir. Jalan sulit dilalui lantaran banyaknya lubang dan kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
"Soal jalan itu sudah berkali-kali kami laporkan ke pihak kecamatan dan kabupaten. Terakhir, awal Januari 2016, camat menyurati bupati dan bupati langsung mendisposisi sekaligus minta Dinas Bina Marga segera turun tangan. Namun, hingga kini, jalan belum diperbaiki," kata Hamdani.
Bahkan, lanjut Hamdani, dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tingkat kecamatan dan kabupaten, Forum Keuchik Langkahan sudah mewanti-wanti agar pembangunan Jalan Langkahan diprioritaskan.
"Kami masyarakat Langkahan merasa ditipu. Ketika kami pertanyakan, selalu diimingi janji dan diminta bersabar," ujar Hamdani.
Kepala Dinas Bina Marga Aceh Utara Edi Anwar mengatakan, jalan yang diblokade tersebut akan direhab tahun ini.
"Pengerasannya akan kita mulai awal Juni 2016. Tim kita bersama camat juga sudah turun ke lokasi untuk negosiasi sekaligus minta blokade dibuka," kata Edi.

No comments:

Post a Comment