Antisipasi Teror Racun, Makanan Tahanan dan Polisi Magelang Diuji Laboratorium


Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto dan petugas laboratorium Dinas Kesehatan Kota Magelang mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium, Kamis (18/2/2016).

MAGELANG,  Kepala Polres Magelang AKBP Edi Purwanto memastikan makanan yang ada di lingkungan markas polres setempat aman dikonsumsi, baik oleh petugas piket, siswa latihan kerja, maupun para tahanan.

Edi pun bekerja sama dengan UPTD Laboratorium Kimia Dinas Kesehatan Kota Magelang untuk menguji setiap makanan yang telah dimasak oleh katering.

"Kami ingin memastikan bahwa makanan yang disajikan baik dan aman dikonsumsi," ujar Edi di sela-sela pengambilan sampel makanan di mapolres setempat, Kamis (18/2/2016).

Sampel makanan yang diambil oleh petugas laboratorium antara lain sampel nasi, sayur dan lauk yang biasa di sajikan oleh katering Polres Magelang Kota.

Selain itu, petugas juga mengambil sampel makanan yang dijual di kantin internal Polres. Selanjutnya sampel-sampel makanan itu akan diuji secara laboratoris di Dinas Kesehatan Kota Magelang.

Menurut Edi, uji sampel makanan ini sekaligus sebagai upaya untuk mengantisipasi teror sianida yang belakangan ini mengancam internal Polri. Ke depan pemeriksaan serupa akan dilakukan secara berkala.

"Dengan adanya teror yang ditujukan kepada kami, tentu kami lebih waspada. Selain makanan, kami juga cek petugas masak, yang menyajikan, dan kantin," kata dia.

"Jangan sampai ada pihak -pihak yang tidak bertanggung jawab menaruh racun di makanan kita," imbuhnya.

Disebutkan, penjagaan terus diperketat pasca-teror tersebut. Setiap orang yang masuk ke mapolres maka wajib menjalani pemeriksaan petugas. Termasuk pemantauan di seluruh jajaran polsek di wilayah hukum Kota Magelang.

Bahkan, pembesuk tahanan wajib makan makanan yang dibawanya di hadapan petugas sebelum kemudian diserahkan ke tahanan.

"Prosedur penjagaan seperti ini sudah menjadi protap kami, hanya saja kami tambah lagi beberapa waktu terakhir," ungkapnya.

Edi menyebutkan, sampai saat ini ada 20 orang tahanan yang mendekam di mapolres dan 49 orang siswa latja serta 573 anggota polisi setiap hari makan makanan yang disediakan oleh katering kepercayaan Polres.

"Masing-masing orang kita jatah Rp 37.000 per hari untuk tiga kali makan. Sedangkan untuk anggota Polres hanya yang sedang piket yang dapat jatah. Menu yang disajikan harus bersih dan tetap bernutrisi," beber dia.

Edi mengimbau kepada seluruh anak buahnya untuk hati-hati dan waspada jika hendak mengonsumsi makanan, baik yang disediakan oleh internal polres maupun jika membeli di luar mapolres.

"Harus lebih hati-hati, jangan mudah menerima makanan yang diberi orang lain, apalagi orang yang tidak dikenal," tegas Edi.

Wiendrati, penguji kimia lingkungan UPTD Laboratorium Dinas Kesehatan Kota Magelang mengatakan, beberapa sampel makanan yang diambil berupa nasi, sayuran, lauk-pauk serta makanan yang dijual di kantin.

Selanjutnya sampel itu akan diuji di laboratorium.

"Hasilnya akan diketahui sekitar 10 hari ke kedepan," ujar dia.

No comments:

Post a Comment