Spanduk yang dipasang warga Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, di salah satu rumah warga. Mereka menolak penggusuran. Foto diambil Jumat (15/4/2016).
JAKARTA, Sekretaris Masjid Luar Batang yang mewakili warga setempat, Mansyur Amin, mempersilakan Pemprov DKI Jakarta mengambil lahan milik warga Luar Batang asal memenuhi syarat yang diajukan warga.
Menurut Mansyur, warga merelakan memberi lahan di Luar Batang yang ditinggali saat ini asalkan Pemprov DKI membangun rumah pengganti di lahan kosong milik PT Pluit Sakti Kharisma yang berada di RW 3, Pasar Ikan.
Warga juga meminta pembangunan rumah di lahan kosong itu disesuaikan dengan luas tanah dan bangunan yang dimiliki di Luar Batang.
"Jadi enggak perlu beli tanah warga, Pemprov cukup beli tanah milik Pluit Sakti, bangun rumah warga. Kalau ukurannya 5x5 meter ya bangun seluas itu, kalau ada yang bertingkat dua juga bangun seperti itu. Setelah jadi, baru warga dipindahkan," ujar Mansyur di Masjid Luar Batang, Selasa (26/4/2016).
Mansyur mengatakan, hal tersebut merupakan tawaran paling rasional bagi warga Luar Batang ketimbang harus membeli tanah atau bahkan membangun rusun di Luar Batang.
Selain itu, Mansyur juga mengkritik ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang meminta warga Luar Batang mewakafkan tanahnya.
Mansyur menyebut tak akan ada warga yang mau mewakafkan tanahnya untuk pemerintah.
"Hebat banget negara minta wakaf, mana mau buat pemerintah, rumah dia (Ahok) mau enggak diwakafkan," ujar Mansyur.
Ahok menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah untuk berkomunikasi dengan pengurus Masjid Luar Batang, Jakarta Utara. Ahok menginginkan warga setempat menjual lahannya kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Makanya saya sudah bilang sama Sekda untuk pengurus masjid, mau enggak kira-kira tetangga mereka mewakafkan atau menjual lahannya kepada DKI," kata Ahok, di Balai Kota, Selasa (26/4/2016).
Pemprov DKI Jakarta akan membeli lahan warga yang dilengkapi dengan sertifikat. Hal itu bertujuan untuk memperluas Masjid Luar Batang.
Menurut penjelasan Mansyur, hingga saat ini belum ada pihak pemerintah yang mendatangi pengurus masjid untuk menyampaikan tawaran tersebut.
No comments:
Post a Comment