Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan berpamitan kepada wartawan usai berkunjung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (7/1). Kedatangan Luhut ke KPK untuk bersilaturaim juga merupakan kunjungan resmi pertama menteri Kabinet Kerja Presiden Jokowi ke KPK, setelah para pimpinan KPK yang baru di lantik tanggal 27 Desember 2015 yang lalu. Selain itu juga membicarakan mengenai masalah tindak pencucian uang dengan para pimpinan KPK Kompas/Alif Ichwan (AIC) 07-01-2016
JAKARTA, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan enggan menanggapi pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal PKB Jazilul Fawaid yang menuding ada yang mengincar menteri desa yang kini dijabat Marwan Jafar. "Kalau ada yang bicara begitu saya enggak mau komentar," ujar Luhut di kantornya di Jakarta, Selasa (5/4/2016).
Namun, Luhut menegaskan, agar polemik soal perombakan posisi menteri sedapat mungkin dihindari.
Pasalnya, reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden Joko Widodo. Tidak ada seorang pun yang mampu mendesak atau mendorong hal tersebut.
"Janganlah. Itu kan hak prerogatif Presiden," ujar Luhut.
Wakil Sekretaris Jenderal PKB Jazilul Fawaid sebelumnya menuding ada yang mengincar kursi Menteri Marwan.
Jazilul lalu menyinggung soal Sekretaris Kabinet yang juga politisi PDI-P Pramono Anung yang menerima pendemo Marwan di depan Istana. Bahkan, kata dia, Seskab terang-terangan ikut mengkritik Marwan.
“Kelihatan sekali motifnya, pernyataan Seskab di media ketika itu kan ingin intervensi atau ngatur-ngatur presiden,” ujar Jazilul.
Jazilul juga menyinggung anggota Fraksi PDI-P Diah Pitaloka dan Alex Lukman yang menerima pendemo Marwan itu di DPR.
Politisi PDI-P Budiman Sudjatmiko pun, tambah Jazilul, jauh-jauh hari mengikuti memobilisasi eks pendamping PNPM di beberapa daerah di Jawa Tengah.
“PKB memantau semua manuver atau gerakan pihak-pihak yang ingin mendelegitimasi Kementerian Desa di bawah Pak Marwan,” ujar Sekretaris Fraksi PKB di DPR ini.
Jokowi sebelumnya meminta semua menteri untuk fokus mengerjakan tugas kerjanya di tengah isu perombakan Kabinet Kerja.
"Semuanya fokus kerja dulu, tidak usah ada yang dorong-dorong, tidak usah," kata Jokowi saat ditemui di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (3/4/2016) malam.
Presiden meminta semua pihak untuk tidak mengintervensi keputusan mengenai jadi atau tidaknya perombakan kabinet.
"Tidak ada yang dikte-dikte, apalagi," ucap Presiden saat ditanya mengenai isu perombakan kabinet.
No comments:
Post a Comment