Ahok Manfaatkan "Smart City" untuk Lihat Kinerja Lurah dan Camat


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (19/4/2016).

JAKARTA,  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaha Purnama menyebut adanya program "smart city" membuatnya dengan mudah mendapat pengaduan dari warga mengenai masalah yang terjadi di wilayahnya. Aduan itupun dimanfaatkannya untuk mengancam pejabat yang berwenang di wilayah itu, dalam hal ini lurah dan camat.
Menurut Ahok, jika ada aduan yang masuk tidak ditindaklanjuti, maka ia memastikan akan mengirim ancaman pencopotan terhadap lurah dan camat itu.
"Kalau misalnya ada lurah, dapat notifikasi (aduan) tapi dia cuek, kelihatan report-nya merah-merah."
"Dia kalau masih enggak jawab-jawab (aduan), staf saya nanti bilangin, 'kamu mau aku diganti minggu depan," kata Ahok saat meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (19/4/2016).
Menurut Ahok, cara yang sama akan terus dilakukannya ke depan. Sebab dengan cara itu, ia meyakini pelayanan terhadap masyarakat Jakarta akan lebih baik.
"Dan aku wajibin Ketua RT dan Ketua RW buat laporan minimal tiga kali sehari, dan camat lurah yang cuek, aku ancam mau dipecat," ujar Ahok.

No comments:

Post a Comment