Sering Diingatkan soal Penggusuran, Ahok Disebut Taufik Pemimpin "Budek"


Pernyataan sikap bersama terkait penggusuran Bukit Duri pada Rabu (28/9/2016).

JAKARTA,  Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik menjelaskan, gugatan kelompok atau class action yang diajukan warga Pasar Ikan terhadap Pemprov DKI merupakan hal yang wajar. Taufik mengatakan, gugatan tersebut merupakan bentuk perlawanan warga Pasar Ikan karena diperlakukan semena-mena oleh Pemprov DKI. Diketahui bahwa pada pertengahan April 2016, Pemprov DKI membongkar permukiman warga di Pasar Ikan dengan alasan revitalisasi kawasan Sunda Kelapa. Selain itu, diikutkannya anggota polisi dan TNI dalam penertiban, kata Taufik, memperlihatkan bahwa institusi yang menjaga keamanan negara tidak pro-rakyat.
"Hak publik, masyarakat (mengajukan gugatan class action) ketika dilakukan semena-mena, tidak sesuai aturan dan undang-undang, dan kemudian merasa dirugikan," ujar Taufik di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (3/10/2016).
Sebelumnya, kehadiran Taufik di PN Jakarta Pusat untuk menghadiri sidang suap reklamasi yang menimpa mantan anggota DPRD DKI Jakarta yang juga merupakan adiknya, Mohamad Sanusi.
Taufik menambahkan, seharusnya Pemprov DKI bisa melakukan penertiban dengan cara yang manusiawi seperti yang dilakukan Gubernur DKI sebelumnya, Joko Widodo (Jokowi). Taufik menilai Jokowi bisa memindahkan warga di kawasan Waduk Pluit tanpa kericuhan.
Taufik mengaku DPRD telah berulang kali mengingatkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok agar menggunakan cara-cara yang manusiawi dalam penggusuran. Hal itu tidak pernah ditanggapi Ahok.
"Kami sering sekali mengingatkan gubernur, tapi gubernur sekarang ini kan suka menyalahi aturan. Dia (Ahok) bukannya seperti budek (tuli) lagi, tapi dia pemimpin yang budek," ujar Taufik.

Pada Senin siang, sejumlah warga Pasar Ikan bersama aktivis perempuan Ratna Sarumpaet dan LBH Jakarta mengajukan gugatan class action terhadap Pemprov DKI, Pemkot Jakarta Utara, Polri, dan TNI.
Isi gugatan tersebut yaitu menuntut keempat instansi itu memberikan ganti rugi terhadap penertiban yang telah dilakukan. Permukiman warga Pasar Ikan dibongkar Pemprov DKI pada pertengahan April 2016.

Terpidana Mati Pemerkosa dan Pembunuh Yn Ajukan Banding


Ja pelaku pemerkosa dan pembunuh Yn yang berusia paling muda jalani persidangan di Pengadilan Negeri Curup, Rejang Lebong, Bengkulu

BENGKULU,  - Zainal alias Boss (23), terpidana mati, pelaku utama pemerkosaan dan pembunuhan Yn (14), siswi SMP di Bengkulu, berencana melakukan upaya banding ke Pengadilan Tinggi Bengkulu. Upaya banding ini ditempuh setelah majelis hakim Pengadilan Negeri Curup menjatuhkan vonis mati terhadap Zainal karena terbukti melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.
Pengacara Zainal, Bahrul Fuadi menilai, penerapan Pasal 340 itu tidak tepat. Sebab, kematian korban Yn hanya sebagai akibat dari pemerkosaan yang dilakukan oleh para terpidana. Posisi Zainal saat itu hanyalah satu di antara 14 orang yang melakukan perbuatan pidana.
"Zainal tidak melakukan sendiri, kenapa ada perbedaan dengan terpidana lain yang juga masuk kategori dewasa," kata Bahrul, Senin (3/10/2016).


Menurutnya, upaya banding yang dilakukan Zainal sampai saat ini masih sebatas penyampaian secara lisan dari keluarga korban kepada dirinya.
"Mengenai kapan waktu mengajukan banding, kita akan koordinasi dulu dengan pihak keluarga Zainal. Yang pasti kami masih memiliki waktu selama 14 hari," tambah Bahrul Fuadi.
Zainal divonis mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Majelis hakim menilai, Zainal merupakan pelaku utama, aktor intelektual penyebab pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yn.

Ibu yang Diduga Memutilasi Anaknya di Cengkareng Dikenal Baik oleh Tetangga

JAKARTA,  Mud (28), yang diduga telah memutilasi bayi laki-lakinya yang berinisial A (1) di kontrakannya di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Minggu (2/10/2016), dikenal sebagai orang yang tidak punya masalah dan baik-baik saja oleh para tetangga. "Setahu saya, sehari-hari baik-baik saja. Saya tuh malah kaget," kata Ketua RT 04 RW 10, Suyadi, di kediamannya, Senin (3/10/2016).
Suyadi menuturkan, Mud dan keluarganya baru tinggal di kontrakan tersebut sekitar dua bulan. Sebelum tinggal di kontrakan, Mud tinggal bersama orangtuanya yang juga tak jauh dari kontrakannya.
"Sore lewat sini bawa anaknya dua, ke rumah orangtuanya. Kayak orang biasa aja," kata dia.
Salah satu tetangga Mud, Abdul Rohman (33), mengatakan, Mud dikenal sebagai orang yang pendiam. Dia tidak pernah terlihat depresi.
"Enggak kelihatan (depresi). Kami mau lihatnya gimana, dia orangnya pendiam. Kalau ketemu, namanya kenal, ya negur. Tapi ya cuma sekadarnya aja," kata Abdul.
Hal yang sama diungkapkan tetangga Mud yang lain, yaitu Maryam (54). Mud dikenal baik-baik saja. Namun, Mud sempat bercerita suaminya tidak pulang selama dua hari.
"Kan dia bilang, suaminya katanya Sabtu-Minggu enggak pulang. Kesel kali," tutur Maryam di sekitar kontrakan Mud.
Saat ini, kondisi kontrakan Mud kosong. Polisi telah memasang garis polisi di depan rumah tersebut.
Mud diduga memutilasi anaknya karena mengalami stres. Saat ini Mud dibawa ke Rumah Sakit Said Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur, untuk menjalani pemeriksaan psikologis.

Ahok Sebut Dirinya Mendampingi Jokowi Tinjau MRT Hanya Kegiatan Protokoler


Jokowi dan Ahok saat meninjau proyek light rapid transit (LRT) di Cibubur, Jumat (30/9/2016).

JAKARTA, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, membantah kegiatannya menemani Presiden Joko Widodo meninjau program Light Rail Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT) berkaitan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. Ia membantah, ada pembicaraan dukungan Jokowi padanya pada Pilkada DKI Jakarta.
"Saya akrab dan kenal sama dia, sudah empat lima tahun. Sekarang lucu, itu kerjaan di Jakarta, kalau saya ditenteng kemana-mana kamu bilang promosi," kata Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/10/2016).
Basuki mengatakan dirinya hanya menjalankan kegiatan protokoler untuk menemani Presiden Jokowi. Sebab, Basuki merupakan kepala daerah.
Basuki menekankan, kepala daerah wajib mengantar jemput Presiden jika bepergian ke daerah manapun. Jika Presiden mengunjungi Jawa Tengah, maka Gubernur Jawa Tengah-lah yang harus mendampinginya.
"Kalau meninjau, apalagi ini proyek pemerintah pusat, saya ya harus datang. Kalau soal akrab dan bercanda sama Presiden ya teman ya. Terserah tafsiran mereka, mau ngoceh apa," kata Basuki.

Saat meninjau lokasi LRT dan MRT, Jumat (30/9/2016) lalu, Presiden Jokowi sempat berbincang empat mata dengan Basuki. Para pejabat lain yang semula mendampingi Jokowi menunggu di tempat lain.
Bahkan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno sempat diberi kode oleh seorang petugas protokoler Istana untuk memberi kesempatan Jokowi-Basuki bicara berdua.
Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menilai, Jokowi ingin menyiratkan dukungannya ke Basuki dalam kontestasi Pilgub DKI Jakarta 2017.

Potongan Tubuh Bayi yang Diduga Dimutilasi Ibunya Ditemukan di Atas Piring


Rumah kontrakan MUD (28) yang menjadi tempat bayi berinisial A (1) dimutilasi hingga tewas di Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (2/10/2016).

JAKARTA,  Mud (28) diduga memutilasi bayi laki-lakinya yang berinisial A (1), di kontrakannya di RT 04 RW 10 Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (2/10/2016).

Ketua RT 04 RW 10, Suyadi, mengatakan, saat dirinya mendatangi kontrakan tersebut, A sudah ditemukan tidak bernyawa di atas kasur. Sementara Mud duduk di sampingnya.

"Kondisinya sudah meninggal dengan kondisi terpotong, darah juga sudah kering. Di kasur, emaknya juga di kasur, duduk pakai sarung doang," ujar Suyadi, di kediamannya, Senin (3/10/2016).

Tak hanya itu, Suyadi juga menemukan potongan tubuh A yang ditaruh di atas piring.

"Setahu saya itu kuping kanan enggak ada, sama kemaluan. Itu ditaruh, ada di piring," ujar Suyadi.

Mud tidak berkata apapun saat ditanya oleh ayahnya dan Suyadi. Dia hanya menutup mulutnya dan menaruh jarinya di bibir sebagai tanda melarang berbicara.

"Duduk diam saja, merenung. Ditegur bapaknya diam saja kayak orang bisu," ucap Suyadi.

Jasad A kemudian dibawa menggunakan ambulans oleh polisi. Mud juga turut diamankan. Mud diduga memutilasi anaknya karena mengalami stres. Tak hanya bayi laki-lakinya, Mud juga memutilasi anak perempuannya, KLS (2).

KLS dibawa ke klinik oleh polisi dan warga setempat. Saat ini Mud dibawa ke Rumah Sakit Said Sukanto (RS Polri) Kramatjati, Jakarta Timur, untuk menjalani pemeriksaan psikologis.

Mengaku Petugas Dinas Kesehatan, Tukang Urut Cabuli Bocah SD

MEMPAWAH, Kepolisian Sektor Toho mengamankan seorang pria berinisial AR (44) karena diduga mencabuli seorang bocah perempuan berusia 11 tahun di Desa Sadaniang, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (1/10/2016).
Kepala Polsek Toho, Iptu Gatot mengatakan, dalam menjalankan aksinya, pelaku mengaku sebagai petugas dari Dinas Kesehatan. Pelaku datang ke rumah korban dan menawarkan jasa urut kepada bocah yang masih duduk di bangku sekolah dasar ini.
"Saat kejadian korban hanya sendirian di rumah, kemudian pelaku masuk dan mengaku sebagai petugas Dinas Kesehatan serta menawarkan untuk mengurut (pijat) korban yang masih SD itu," ujar Gatot, Senin (3/10/2016).
Korban pun menuruti tawaran tersebut karena percaya bahwa pelaku adalah petugas kesehatan. Pelaku sempat mengoleskan minyak urut ke tubuh korban dan membuka dua kancing baju korban serta meremas bagian payudara korban.
"Aksi pelaku kemudian diketahui sang ibu yang kemudian langsung melaporkan perbuatan pelaku kepada polisi," jelas Gatot.
Mendapat laporan tersebut, jelas Gatot, polisi kemudian mendatangi TKP dan mengamankan pelaku. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan 17 botol minyak gosok, satu buah tas gendong warna hitam dengan kombinasi merah dan sepasang baju seragam pramuka SD milik korban.
"Untuk menghindari amukan masa serta untuk kepentingan penyidikan, pelaku untuk sementara dititipkan di Rutan Polres Mempawah," ujar Gatot.

Anggaran E-KTP Dikembalikan, Tjahjo Berterima Kasih ke Sri Mulyani


Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai memimpin upacara Hari Kebangkitan Pancasila di Kemendagri, Jakarta, Senin (3/10/2016)

JAKARTA, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengucapkan terima kasih kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati atas dikembalikannya anggaran untuk KTP elektronik atau e-KTP yang sempat ditunda. "Kemendagri dan saya khususnya menyampaikan terima kasih kepada Menkeu. Seizin Presiden, penundaan (anggaran) e-KTP dikembalikan," kata Tjahjo usai memimpin upacara Hari Kembali Pancasila di Kompleks Kemendagri, Jakarta, Senin (3/10/2016).
Tjahjo menuturkan, dengan kembalinya anggaran sebesar Rp 400 miliar tersebut, blanko e-KTP dapat kembali dicetak. Ini untuk memenuhi sekitar 18 juta masyarakat yang belum merekam data e-KTP.
Tjahjo berharap, pada pertengahan 2017 nanti semua masyarakat sudah merekam data e-KTP.
Sejak awal bulan Oktober, kata dia, masyarakat mulai banyak yang merekam datanya dan akan diperbarui keterangan penduduk, seperti perpindahan alamat.
"Pertengahan tahun depan, karena mulai tahapan pileg dan pilpres. Namun minimal 101 daerah pilkada kami optimalkan," kata Tjahjo.
"Paling lambat November-Desember itu sudah maksimal," ucapnya.
Tjahjo mengingatkan kepada masyarakat yang belum merekam data e-KTP agar tidak menyalahkan Kemendagri. Sebab, Kemendagri telah memberikan kelonggaran dengan surat keterangan perekaman data.
"Hak pilih sudah kami jamin. Walau UU sebutkan harus e-KTP, meski belum dapat, minimal (sudah) merekam data, mereka dapat surat keterangan," ujar Tjahjo.
Sebelumnya, Tjahjo berkomunikasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait rencana pemangkasan anggaran pengadaan blanko KTP Elektronik.

Tjahjo meminta Sri Mulyani untuk tidak memangkas anggaran pengadaan blanko KTP elektronik sebelum target pencapaian terpenuhi.
"Tadi sudah melobi Ibu Menkeu, tolong ditunda pengurangan anggaran (pengadaan blanko KTP Elektronik). Karena KTP eletronik kan pelayanan bagi masyarakat," ujar Tjahjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (21/9/2016).
Bahkan, jika memang harus ada anggaran di kementeriannya yang dipotong, Tjahjo meminta Menkeu tidak memangkas anggaran pengadaan blanko KTP Elektronik.

Ini Barang-barang "Ajaib" yang Diberikan Dimas Kanjeng kepada Pengikutnya


Barang-barang yang diberikan Dimas Kanjeng kepada pengikutnya.

SURABAYA, Dimas Kanjeng Taat Pribadi kerap memberi pengikutnya barang-barang yang disebutnya ajaib, yang memiliki kemampuan di luar batas akal manusia. Barang-barang itu antara lain pena laduni, dapur ATM, dan kantong emas. Barang-barang tersebut dibawa oleh korban pelapor penipuan untuk diserahkan kepada Polda Jatim sebagai barang bukti.
Pena laduni, menurut keterangan pelapor kepada polisi, memiliki kemampuan sehingga pemegangnya bisa menguasai tujuh bahasa tanpa belajar.
"Pemiliknya bisa menguasai tujuh bahasa tanpa harus belajar," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Senin (3/10/2016).

Sementara dapur ATM, kata Argo, adalah kotak berisi kertas bertuliskan huruf Arab dan selembar uang asli.
"Dari kotak tersebut dipercaya akan mengeluarkan uang yang tidak akan pernah habis," ujar Argo.
Sama dengan dapur ATM, kantong emas juga memiliki fungsi yang sama. Namun, isinya bukan uang, melainkan emas.
Barang-barang tersebut diberikan Dimas Kanjeng kepada pengikutnya dengan membayar sejumlah uang yang disebut mahar.
Tiga korban yang melapor, kata Argo, sampai saat ini mengaku tidak pernah membuktikan kemampuan barang-barang yang disebut ajaib tersebut.
Sementara itu, sejak tadi, Polda Jatim membawa Dimas Kanjeng ke padepokannya untuk melakukan rekonstruksi pembunuhan Abdul Gani, anak buahnya. Dalam kasus tersebut, Dimas Kanjeng menjadi tersangka, bahkan diduga menjadi otak aksi pembunuhan.

Cerita Tetangga Saat Menemukan Mud Memutilasi Bayinya


Rumah kontrakan Mud (28) yang diduga memutilasi bayi laki-lakinya berinisial A (1) di RT 04 RW 10 Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (2/10/2016).

JAKARTA,  Mud (28) diduga memutilasi bayi laki-lakinya yang berinisial A (1) di kontrakannya di RT 04 RW 10 Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (2/10/2016). Salah satu tetangga, Lastri (32), mengatakan, sejak Minggu pagi, A tidak terlihat di sekitar rumahnya. "Dari pagi anaknya enggak kelihatan. Saya dari pagi enggak ngelihat," ujar Lastri di sekitar lokasi kejadian.
Sekitar pukul 19.30 WIB, suami Mud yang bernama Denny pulang ke rumah kontrakan. Namun, rumah itu dalam keadaan terkunci.
"Karena kekunci, didobrak sama suaminya," kata dia.
Saat didobrak, Mud ditemukan tidak menggunakan pakaian apapun. Ibu-ibu di sekitar rumahnya pun masuk ke dalam.
"Ditanya, dia senyum-senyum. Pas saya mau nutup tubuh emaknya pake seprei, pas itu liat anaknya terpotong," ucap Lastri.
Lastri kemudian melaporkan kejadian itu ke Ketua RT 04 RW 10, Suyadi. Dia melaporkan kejadian tersebut sekitar pukul 20.15 WIB.
"Malam ada yang datang ke mari, Ibu Lastri, nangis-nangis, katanya anaknya (Mud) dipotong kemaluannya," kata Suyadi di kediamannya.
Saat menerima laporan dari Lastri, Suyadi langsung mendatangi rumah kontrakan Mud. Dia tidak tahu pasti apakah Mud memutilasi anaknya saat masih hidup atau sudah dalam keadaan meninggal.
"Pas ada laporan, ke sana kondisinya udah meninggal dengan kondisi terpotong, darah juga udah kering," ucapnya.
Bayi itu ditemukan sudah meninggal. Sementara Mud duduk di sampingnya di atas kasur.
"Duduk diem aja, merenung. Ditegur bapaknya diem aja kayak orang bisu," ucap Suyadi.
Bayinya kemudian dibawa polisi menggunakan ambulans. Mud diamankan.
Mud diduga memutilasi anaknya karena mengalami stres. Tak hanya bayi laki-lakinya, Mud juga memutilasi anak perempuannya, KLS (2). KLS dibawa ke klinik oleh polisi dan warga setempat.
Kini Mud dibawa ke Rumah Sakit Said Sukanto Kramatjati untuk menjalani pemeriksaan psikologis.

Ahok Anggap Tantangan Sandiaga soal Pembuktian Harta Tak "Apple to Apple"


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, seusai upacara kesaktian pancasila, di Monas, Senin (3/10/2016).

JAKARTA,  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai tantangan dari bakal calon wakil gubernur DKI, Sandiaga Uno, untuk melakukan pembuktian harta secara terbalik kepadanya tidak sebanding. Sebab, lanjut dia, pembuktian harta terbalik hanya dapat dilakukan pejabat.

"Sandiaga itu mintanya enggak ngerti, dan Pak Sandi nantang saya tuh enggak apple to apple tahu enggak? Enggak kayak buah apel nantang buah apel," kata Basuki, di Lapangan Eks IRTI, Monumen Nasional, Senin (3/10/2016).

Dia menjelaskan, pembuktian harta terbalik diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2006 tentang Pengesahan Ratifikasi PBB Melawan Korupsi. Saat menjadi anggota Komisi II DPR RI, Basuki menyebut dirinyalah salah satu politisi yang berjuang menjalankan aturan tersebut.

Namun hingga kini, menurut Basuki, hal itu belum terlaksana.

"Pak Sandi kan salah satu ketua partai di DPP Gerindra, ya tolong dong ini diperjuangkan supaya bisa lurus. Jadi di dalam pembuktian harta terbalik buat pejabat, itu di situ ada laporan LHKPN (Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara)," ucap Basuki.

Pejabat publik, lanjut dia, wajib melapor LHKPN untuk disesuaikan harta yang dilaporkan dengan gaya hidupnya. Jika tidak sesuai, maka pejabat itu akan dipanggil dan diselidiki.

Sementara swasta atau perseorangan wajib melaporkan SPT pajak. Karena banyak perseorangan tak bayar pajak, kini pemerintah menjalankan program tax amnesty atau pengampunan pajak.

"Kalau saya sejak dulu, sudah tujuh kali saya lapor LHKPN, itulah pertanggungjawaban saya. Saya sudah bilang tahun lalu, KPK periksa saya sampai 3,5 jam untuk menjadi contoh LHKPN, dia lihat sampai di mana biaya hidup gaya hidup saya," kata Basuki.

Sandiaga menantang Ahok melakukan pembuktian harta terbalik. Ia juga turut mengajak keluarga Ahok untuk melakukan pembuktian harta terbalik.
"Saya mengajak beliau dan keluarganya juga karena mungkin keluarganya beliau diuntungkan dengan kebijakan Pak Ahok itu membuka semuanya dan membuktikan harta terbalik," ujar Sandiaga di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (2/10/2016).
Sandiaga menjelaskan, ia akan mendatangi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk menanyai bagaimana prosedur pembuktian harta terbalik. Setelah itu, ia ingin mengajak Ahok secara bersama-sama melakukan pembuktian harta secara terbalik.

Demokrat Yakin Popularitas SBY Dongkrak Pamor Agus Yudhoyono


 Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sekaligus ayah Bakal cagub DKI Agus Yudhoyono hadir dalam acara kompetisi lari Tjanting Funday, Minggu (2/10/2016).

JAKARTA, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan meyakini popularitas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan turut mendongkrak popularitas putranya, Agus Harimurti Yudhoyono. Agus kini tengah bertarung sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta yang diusung koalisi Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Amanat Nasional.
Syarief mengklaim, popularitas Presiden keenam yang juga Ketua Umum Demokrat itu hingga kini masih mencapai angka 80 persen.
"Iya dong, sampai sekarang popularitas Pak SBY masih 80 persen. Itu pasti bisa mengangkat popularitas Mas Agus," kata Syarief, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/10/2016).

Oleh karena itu, Demokrat akan melibatkan SBY dalam kampanye pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.
Namun, Syarief menekankan, tak hanya SBY yang dilibatkan, tetapi semua kader partai pengusung yang berpotensi mendongkrak popularitas Agus-Sylvi.
"Semuanya akan kami kerahkan untuk bisa membantu pemenangan Agus-Sylvi. Baik itu ketua umum partai, kader partai, dan siapa pun yang bisa. Itu pun pasti akan dilakukan tim dari pasangan calon lainnya," papar Syarief.

Istri dan Staf Pribadi Sanusi Bersaksi dalam Persidangan Kasus Suap Reklamasi


Saksi dalam persidangan terdakwa Mohamad Sanusi di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Senin (3/10/2016). Istri Sanusi, Evelyn Irawan dan staf pribadinya Gerry Prasetya hadir menjadi saksi.

JAKARTA,  Istri terdakwa kasus dugaan suap raperda reklamasi, Mohamad Sanusi, Evelyn Irawan, menjadi saksi dalam persidangan suaminya, Senin (3/10/2016) siang. Persidangan itu digelar di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta.

Pantauan Kompas.com, selain Evelyn, staf pribadi Sanusi, Gerry Prasetya, juga menjadi saksi dalam sidang tersebut. Gerry sebelumnya disebut dalam dakwaan sebagai pengantar uang suap dari mantan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja untuk Sanusi.

Saksi lain yang hadir dalam persidangan tersebut adalah pedagang pakaian, Ruli Maulia, seorang staf di Mohamad Sanusi Center, Riantono, GM PT Cipta Pesona Karya Herlina, dan karyawan PT Agung Podomoro, Herlina. Mereka semua disumpah sebelum memberi kesaksian dalam sidang.

Sanusi sebelumnya didakwa menerima suap sebesar Rp 2 miliar secara bertahap dari Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja. Suap tersebut terkait pembahasan peraturan daerah tentang reklamasi di pantai utara Jakarta.

Selain itu, Sanusi juga didakwa melakukan tindak pidana pencucian uang sekitar Rp 43 miliar.

Ahok: Akar Semua Masalah Republik Ini adalah Korupsi


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat berfoto bersama anggota Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, seusai upacara kesaktian pancasila, di Monas, Senin (3/10/2016).

JAKARTA,  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan bahwa pegawai negeri sipil (PNS) dapat meneruskan perjuangan para pahlawan dengan cara tidak korupsi.

Ahok menyampaikan hal itu saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Lapangan IRTI Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2016).

"Buat kami, PNS dan politisi, hanya satu saja, jangan korupsi deh. Karena akar semua masalah republik ini adalah korupsi," ucap Ahok.

Menurut Ahok, nilai-nilai dalam Pancasila mengandung makna yang luar biasa. Para pahlawan, lanjut dia, rela mengorbankan apa pun menjalankan Pancasila setelah merebut kemerdekaan.

Agar perjuangan pahlawan tidak sia-sia, kata Ahok, maka generasi penerus harus menjaga apa yang sudah diraih, salah satunya dengan menjalankan Pancasila sebagai fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Bagi saya, Pancasila sakti dan tentu sudah ada korban. Dan buat kami, dengan lagu kebangsaan kami lebih patriot dan meneruskan perjuangan para pahlawan revolusi," kata Ahok.

Upacara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Ketua Tim Pembina PKK DKI Jakarta Veronica Tan, Wakil Ketua Tim Pembina PKK DKI Jakarta Happy Farida, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah, pejabat dan PNS Pemprov DKI Jakarta, serta lainnya.

Miliarder Asal Florida Tanpa Sengaja Nikahi Cucunya Sendiri

MIAMI, Seorang miliarder berusia 68 tahun asal Florida, AS, mendapatkan kejutan tak menyenangkan setelah mengetahui dia secara tak sengaja menikahi cucu kandungnya.

Sang miliarder dan istrinya yang baru berusia 24 tahun itu tinggal di Miami setelah tiga bulan lalu mengikat tali pernikahan.

Harian The Florida Sun Post mengabarkan, keduanya baru mengetahui "kecelakaan" itu setelah mereka melihat-lihat album foto masa lalu milik sang miliarder.

Dalam album itu terdapat foto anak-anak sang miliarder dari istri pertamanya, yang sudah lama tak berjumpa sejak mereka bercerai dan membawa anak-anak mereka bersamanya.

Saat melihat foto itu, istri sang miliarder melihat foto anak tertua pria itu yang ternyata tak lain dan tak bukan adalah ayah kandungnya.

"Saat saya melihat foto ayah saya di album itu, saya merasakan sebuah rasa keputusasaan yang dalam," ujar perempuan itu.

Sang miliarder, yang pernikahan keduanya berakhir dengan perceraian dan mengalami masalah keuangan pada 2009, mendapatkan hadiah utama sebuah lotere bernilai beberapa juta dollar AS dua tahun kemudian.

Sedangkan sang istri, yang sudah lama tak berjumpa dengan kedua orangtuanya setelah hamil di luar nikah, bekerja sebagai penari erotis di kota Jacksonville saat berkenalan dengan suaminya saat ini lewat sebuah situs kencan.

"Saya sebenarnya sudah merasa aneh saat melihat fotonya di situs itu. Seperti ada sebuah deja vu, tetapi saat itu saya tak bisa mengingat mengapa wajahnya begitu familiar," kata si miliarder.

Meski sudah mengetahui latar belakang masing-masing, pasangan ini bersikukuh tidak akan bercerai.

"Jika kami tak mengetahui fakta ini, kami tetap bisa hidup bersama dengan bahagia, bahwa kami memiliki hubungan keluarga tak bisa mengubah ini semua," tambah pria berusia 68 tahun itu.

Pendapat serupa disampaikan sang istri yang juga merangkap cucu itu.

"Semua pasangan memiliki keunikan tersendiri. Saya merasa ikatan kami sangat kuat sehingga hal semacam ini tak cukup kuat untuk membuat kami menyerah," kata dia.

Ahok: Sandiaga Ikut "Tax Amnesty" Buktikan Dia Pengemplang Pajak


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat wawancara bersama wartawan, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (3/10/2016).

JAKARTA,  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, tantangan bakal calon wakil gubernur Sandiaga Uno terhadap dia tidak sebanding. Sandiaga sebelumnya menantang Basuki atau Ahok untuk melakukan pembuktian harta terbalik. Ahok mengaku telah memeriksakan hartanya sejak dia menjadi pejabat atau pada tahun 1999.
"Jadi seorang pejabat publik, ketika melaporkan LHKPN itu dilihat aparat dari gaya hidup, biaya hidup sama enggak uang yang dia laporin ini, mendekati betul enggak," kata Ahok, di Lapangan IRTI, Monas, Jakarta Pusat, Senin (3/10/2016).
Ahok menyebut dirinya sudah teruji dalam hal pelaporan harta kekayaan. Ia rutin melaporkan harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ahok menjelaskan, masyarakat non-pejabat tak perlu melaporkan harta kekayaannya, tetapi wajib melaporkan pajaknya. Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah menjalankan program tax amnesty atau pengampunan pajak.
"Tax amnesty ini untuk orang biasa yang tidak bisa membuktikan pajak yang dia bayar dengan gaya hidupnya. Dalam hal ini, Pak Sandiaga ikut (tax amnesty), berarti itu juga membuktikan Pak Sandiaga dulu tuh ngemplang pajak, enggak bayar pajak gitu ya, he-he-he," kata Ahok terkekeh.
Sandiaga sebelumnya mengajak Ahok dan keluarganya untuk melakukan pembuktian harta terbalik. Dia akan mendatangi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) terlebih dahulu untuk menanyai bagaimana prosedur pembuktian harta terbalik.
Setelah itu, dia mengajak Ahok secara bersama-sama melakukan pembuktian harta secara terbalik.
"Ini sebagai pembelajaran bagi masyarakat dan pembuktian bahwa politisi itu jika berbicara harus dibuktikan dengan sebuah tindakan konkret. Kami tunggu bukti konkret dari ajakan beliau," kata Sandiaga.

Arab Saudi Resmi Gunakan Kalender Masehi

RIYADH,  Terhitung mulai Sabtu (1/10/2016), Pemerintah Arab Saudi secara resmi menggunakan kalender dengan penanggalan Masehi untuk menggantikan kalender Hijriah yang sudah digunakan sejak negeri itu berdiri pada 1932.

Keputusan penggunaan kalender Masehi itu disepakati dalam rapat kabinet yang digelar pertengahan pekan lalu.

Dengan perubahan penggunaan kalender ini maka berbagai hal, seperti pembayaran gaji, tunjangan, dan berbagai jenis pembayaran, harus menyesuaikan dengan sistem penanggalan baru.

Salah satu yang terdampak perubahan ini adalah para pegawai negeri di berbagai departemen pemerintahan yang akan menerima gaji tahunan lebih sedikit dari yang biasa mereka terima.

Sebab, jumlah hari dalam tahun Hijriah yang selama ini digunakan di Arab Saudi 11 hari lebih pendek ketimbang jumlah hari dalam perhitungan tahun Masehi.

Perubahan penggunaan penanggalan ini tak lepas dari paket penghematan anggaran yang sedang dilakukan Pemerintah Arab Saudi terkait terus merosotnya harga minyak dunia.

Di dalam paket penghematan anggaran ini termasuk penundaan dan perubahan gaji pegawai negeri, termasuk menunda pembayaran bonus tahunan.

Dalam paket penghematan ini, semua gaji pegawai negeri dipangkas hingga 20 persen, sedangkan anggota Dewan Syura mengalami pemangkasan gaji hingga 15 persen.

Selain masalah pemangkasan gaji, akibat lain dari penggunaan kalender Masehi ini adalah jumlah hari libur dalam setahun bagi pegawai negeri berkurang dari 42 menjadi hanya 36 hari setahun.
Kalender Hijriah terdiri dari 12 bulan dengan 29 atau 30 hari tergantung dengan penampakan bulan. Secara total, satu tahun Hijriah berjumlah 354 hari, atau 11 hari lebih sedikit dari tahun Masehi.

Terlibat Perampokan Mobil Uang ATM, Empat Oknum Anggota Kodam Siliwangi Ditangkap


Pangdam III/Siliwangi Hadi Prasojo saat diwawancarai awak media di Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh, Selasa (20/9/2016). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI

BANDUNG, Pangdam III Siliwangi, Mayjen TNI Hadi Prasojo membenarkan empat anggotnya terlibat dalam kasus perampokan kendaraan yang membawa uang milik PT Tunas Artha Gardatama (TAG), September lalu. “Saat ini keempat oknum anggota tersebut telah ditangkap oleh pihak Pomdam III/Siliwangi dan akan segera diproses sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujar Hadi dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (3/10/2016).
Hadi menjelaskan, TNI tidak tidak akan menolerir pelanggaran sekecil apapun. Khusus berkaitan dengan 4 oknum Kodam yang melakukan tindak perampokan ini akan diberikan hukuman yang seberat-beratnya.
“Salah satunya dipecat dengan tidak hormat dari dinas keprajuritan,” tuturnya.
Sebelumnya, perampok bersenjata api beraksi di Jalan Cagak, Desa Cisaat, Kecamatan Ciater, Subang, Rabu (14/9/2016) petang. Komplotan yang diperkirakan 10 orang itu merampok mobil PT Tunas Artha Gardatama, perusahaan penyedia jasa keamanan swasta.
Saat itu, mobil itu membawa uang tunai sekitar Rp17 miliar. Uang yang dibawa kabur para pelaku sekitar Rp 10,9 miliar.
Perampokan bermula ketika mobil PT TAG, Suzuki APV warna putih dengan nomor polisi B 9895 NCD, melintas di Jalan Cagak ke arah Lembang, Kabupaten Bandung Barat, sekitar pukul 18.30.
Mobil yang dikemudikan Johan itu tiba-tiba dipotong oleh mobil Toyota Avanza warna perak yang digunakan para pelaku. Mobil pelaku bahkan sampai tertabrak mobil PT TAG. Satu mobil lain yang dinaiki pelaku, Toyota Avanza warna hitam, juga menabrak bagian belakang mobil PT TAG.
Dari mobil Avanza hitam keluar dua laki-laki dari sebelah kiri depan kiri. Salah satunya langsung menembak dua kali ke bagian kaca depan mobil PT TAG.
Salah seorang petugas keamanan PT TAG, Rustam, purnawirawan TNI AD yang turut mengawal, dapat meloloskan diri dari sergapan itu. Dia duduk di bagian tengah mobil. Pelaku lalu memerintahkan Bayu, petugas keamanan yang duduk di sebelah kiri Johan, keluar dari mobil.
Mereka lalu dipindah ke dalam mobil Avanza hitam. Tangan Bayu dan Johan diikat ke belakang. Mata dan mulut mereka ditutup dengan plakban. Bayu dan Johan dibuang di kawasan Lembang. Mereka ditemukan Ade, warga Desa Langensari, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Sementara Rustam yang berhasil lolos melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Sektor Jalancagak.

Jokowi Disebut Tak Pernah Berhenti dalam Penyelesaian Masalah HAM di Papua


Deputi V Kantor Staf Presiden Jaleswari Pramodhawardani di Jakarta, Kamis (17/3/2016)

BIRMINGHAM,  Deputi Staf Kepresidenan Jaleswari Pramodharwardani mengatakan, Presiden Joko Widodo terus melakukan upaya penyelesaian masalah hak asasi manusia yang terjadi di Papua. "Penyelesaian masalah HAM di Papua itu tergantung dengan leadership (kepemimpinan), dan kita memiliki Presiden yang sangat aware (peduli) dengan Papua," kata Jaleswari, dalam diskusi yang digelar Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Inggris, Minggu (2/10/2016).
"Jarang sekali publik tahu bahwa sebetulnya itu terus dibahas dan tidak berhenti," ucapnya.

Deputi Staf Kepresidenan bidang Politik, Hukum, Keamanan dan HAM itu menceritakan proses di balik layar ketika Presiden Jokowi berkunjung ke Papua pada Desember 2015.
Saat itu, Presiden Jokowi memanggil para tokoh agama untuk dimintai pendapat mengenai rencana kunjungannya ke Papua. Presiden ingin melihat secara langsung kondisi masyarakat di Papua.
"Waktu itu untuk pertama kalinya Presiden Jokowi mengatakan tentang pembebasan tahanan politik dan langsung meresponnya dengan menelepon Panglima TNI, Kapolri dan Menkumham," kata Jaleswari.
Presiden Jokowi, menurut dia, juga sangat berkomitmen untuk menyelesaikan segala persoalan rumit yang terjadi di tanah Papua.
Hanya saja, menurut Jaleswari, media massa sangat jarang memberitakan mengenai perkembangan perbaikan persoalan Papua.
"Saya mengobrol dengan Menko Polhukam (Wiranto) untuk menanyakan proses pelanggaran HAM di Papua. Saya rasa publik harus tahu bahwa ini terus dijalankan, hanya di tingkat media masalah ini tidak terlalu dikapitalisasi untuk konsumsi publik," kata dia.
Dalam diskusi mengenai Papua itu turut hadir pula Bupati Puncak Papua, Willem Wandik, peneliti Papua dari UGM Bambang Purwoko, dan mahasiswa program doktoral University of Oxford Willem Burung.
Diskusi Papua tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Konvensi Internasional Pelajar Indonesia atau Indonesian Scholars International Convention (ISIC) 2016 di Birmingham, Inggris.
Hasil diskusi tersebut diharapkan dapat menjadi tantangan bagi para pelajar Indonesia untuk mencari penyelesaian terhadap permasalahan yang terjadi di Papua.

Ditabrak Oknum Polisi, Peserta Pawai Tahun Baru Islam Akhirnya Meninggal Dunia


Sejumlah kendaraan hias yang dihantam mobil saat akan mengikuti Pawai Tahun Baru Islam di Limboto, Kabupaten Gorontalo. Lima orang terluka, satu diantaranya dirujuk ke RM Aloei Saboe Kota Gorontalo

GORONTALO,  Saryadin Umar (16) warga Pone Gorontalo yang ditabrak Brigadir Frandy Talulending saat mengikut pawai Tahun Baru Islam akhirnya meninggal dunia di RS Aloei Saboe Kota Gorontalo. Jenazah siswa SMK Negeri 2 Limboto ini dimakamkan di pemakaman keluarga.
Almarhum Saryadin Umar adalah peserta pawai Hijraturrasul yang pada saat kejadian nahas itu sedang menanti dimulainya acara bersama sejumlah peserta. Namun tiba-tiba dari arah luar kota datang mobil Grand Livina yang dikendarai Brigadir Frandy Talulending menyambar mereka.
Frandy yang Anggota Satuan Bhayangkara Polres Gorontalo diketahui dipengaruhi minuman keras sehingga tidak mampu mengendalikan mobil.
Lima orang terluka dalam peristwa itu. Mereka adalah Ibrahim Ahmad alias Pulu (43) warga Kayumerah, Saiful Ajuna (50) warga Hutuo, Efendi Kaaba (22) warga Kayubulan, Widyawati Ibrahim (15) warga Pone, dan Saryadin Umar (16) warga Pone.
Para korban tabrakan ini mengenakan baju pawai dan kendaraan yang telah dihias dengan kertas warna-warni. Kondisi pascakecelakaan saat itu kendaraan motor dan korban berserakan di jalan, sementara mobil yang menabraknya mengalami kerusakan di bagian depan.
“Seluruh biaya yang diakibatkan oleh kecelakaan ini ditanggung Pemerinah Kabupaten Gorontalo, termasuk biaya pemakaman almarhum Saryadin. Pagi ini Wakil Bupati Fadli Hasan akan menghadiri pemakaman karena bupati sedang di luar daerah” kata Sofyan Ishak, juru bicara Bupati Nelson Pomalingo, Senin (3/10/2016).

"Teman Ahok" dan Strategi Menggaet Pemilih Muda


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersama relawan Teman Ahok saat menghadiri acara launching website Teman Ahok, di Graha Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (1/10/2016).

JAKARTA, - Kelompok relawan pendukung Basuki Tjahaja Purnama, "Teman Ahok", kembali menggaungkan pemenangan Basuki atau Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Teman Ahok meluncurkan website serta koleksi merchandise baru pada Sabtu (1/10/2017).

Pendiri Teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, menyampaikan bahwa mereka akan membangun solidaritas relawan yang lebih besar dari sebelumnya. Jika sebelumnya mereka membutuhkan KTP untuk bisa mengusung Ahok, kini mereka membutuhkan setidaknya 13.000 relawan untuk menjaga seluruh TPS di Jakarta.

Teman Ahok tetap akan mengandalkan pemilih muda untuk memenangkan Ahok yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat pada Pilkada DKI. Gaya kampanye untuk menggaet pemilih muda ini berbeda dari panggung kampanye yang sarat hiburan.

Amalia mengatakan, kampanye akan bertumpu pada fakta dan data, serta ajakan untuk menjadi warga yang baik.

"Kami mau merepresentasikan Pak Ahok, membentuk warga kota yang baik. Mau gimana bagus Jakarta akan sama aja kalau kebanyakan warga berpangku tangan," kata Amalia, di markas Teman Ahok, Graha Pejaten, Jakarta Selatan, Sabtu (1/10/2016).

Peran relawan

Politisi Partai Golkar yang menjadi tim pemenangan Ahok-Djarot, Nusron Wahid, mengakui kekuatan Teman Ahok sangat dibutuhkan untuk pemenangan. Ia menyamakan Teman Ahok seperti 'people action committee' di Amerika Serikat.

"Parpol saat ini masih supremasi elite, bukan rakyat. Nah Teman Ahok ini muncul melululantahkan perpolitikan. PDI-P yang angkuh seperti itu, mau enggak mau (sampai) tunduk menerima Ahok," kata Nusron.

Nusron menyebut Partai Golkar, PDI-P, Nasdem, dan Hanura, sebagai pengusung Ahok-Djarot hanyalah kendaraan politik. Kemenangan pada Pilkada DKI ia nilai akan dikendalikan oleh supremasi rakyat, yang menurutnya dapat digerakkan oleh relawan.

"Relawan menggarap masyarakat, karena tidak semua masyarakat kesentuh oleh mesin parpol," ujar Nusron.

Pemilih potensial

Adapun Pendiri lembaga survei Cyrus Network, Hasan Nasbi Batupahat, memberi masukan mengenai gaya kampanye modern. Ia menyebut kegiatan bakal calon gubernur yang lari dan gerak jalan bersama warga tidak akan menyampaikan pesan politik apapun terhadap pemilih.

Namun, kampanye sederhana seperti berkendara dengan baik atau tidak membuang sampah sembarangan, dinilai Hasan akan lebih efektif merebut hati pemilih.

"Jangan hanya sekadar koar-koar pilih, dukung, tapi juga ajak untuk berubah jadi warga kota yang baik," kata Hasan.

Soal data, Hasan juga mengaku memegang data bahwa terdapat hingga 40 persen pemilih yang tidak akan memilih Ahok sampai kapanpun. Di depan para relawan, Hasan pun menyampaikan bahwa jika menang, Ahok hanya akan menang tipis, maksimal 60 persen karena adanya warga yang ia sebut masuk dalam kategori anti-Ahok garis keras.

Pemilih muda, kata Hasan, merupakan pemilih potensial untuk Ahok-Djarot.

"Yang muda bisa digoyang karena enggak punya dendam dengan masa lalu, saya kira mereka masih bisa digoyang dengan peran anak muda. Kalau yang tua sudah kental darahnya," katanya.

Bayi Laki-laki di Cengkareng Dimutilasi Ibunya

JAKARTA,  Seorang bayi laki-laki berumur satu tahun tewas dimutilasi ibunya yang berinisial Mud (28), di kawasan Gang Jaya 24, Tegal Alur, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (2/10/2016). Mud diduga memutilasi anaknya karena mengalami stres.

"Benar ada bayi dimutilasi, diduga ibu kandungnya sendiri yang melakukannya," ujar Kanit Reskrim Polsek Metro Cengkareng AKP Poltar L Gaol seperti dikutip Warta Kota, Minggu malam.

Tak hanya bayi laki-lakinya, salah satu warga sekitar, Maryam (40), mengatakan, Mud juga memutilasi anak perempuannya, KLS (2). KLS dibawa ke klinik oleh polisi dan warga.

"Enggak hanya anak pertama yang pergelangan tangan kiri, jari jemari, dan kelaminnya yang dimutilasi sama ibunya, anaknya yang nomor dua yang perempuan kan telinganya itu dipotong. Sama warga, langsung dilarikan ke klinik dekat dengan kontrakan pelaku. Nama kliniknya itu Klinik Anggrek," kata Maryam.

Saat ini Mud tengah diperiksa oleh pihak kepolisian. Pada Minggu tengah malam, pihak kepolisian dari Polsek Metro Cengkareng masih melakukan olah tempat kejadian perkara.

Anak Aniaya Ibu Kandungnya yang Sudah Uzur Hingga Babak Belur

SOPPENG, Seorang pria di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan tega menganiaya ibu kandungnya hingga babak belur.
Korban mengalami luka di mulut dan telinga serta mata mengeluarkan darah. Korban yang sebelumnya mendapat perawatan di pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) kini dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Latemammala untuk mendapat perawatan intensif.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu, (01/10/2016) ini dilakukan oleh RT (32) warga Desa Kebo, Kecamatan Lilirilau.
RT tega menganiaya ibu kandungnya NB (60) yang menyebabkan korban tak sadarkan diri dengan luka lebam di sekujur tubuh.

Polisi yang mendapatkan laporan langsung membekuk RT tanpa perlawanan. Hingga kini polisi masih mendalami motif pelaku hingga tega menganiaya ibu kandungnya sendiri.

"Pelakunya sudah kami amankan dan sekarang ini penyebab maupun motif pelaku melakukan penganiayaan terhadap orangtuanya masih kami dalam,: kata AKP Syamsul Safar, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Lilirilau Minggu (02/10/2016).

Jalan-jalan di Hari Minggu, Jokowi Bikin Heboh Pengunjung Grand Indonesia


Presiden Joko Widodo mendadak mendatangi pusat perbelanjaan, Grand Indonesia di kawasan Jakarta Pusat, Minggu (2/10/2016). Kehadiran Jokowi membuat para pengunjung berebut ingin foto bersama.

JAKARTA,  Presiden Joko Widodo, Minggu (2/10/2016) siang, membuat kehebohan di pusat perbelanjaan kelas atas di Jakarta, Grand Indonesia. Jokowi mengenakan kemeja putih lengan panjang andalannya tampak sedang jalan-jalan di sana. Hal itu membuat pengunjung GI berebut minta foto dan salaman.
Salah satu pengunjung GI, Riana Ibrahim mengatakan, ia melihat Jokowi pertama kali sekitar pukul 14.30 WIB. Awalnya, dia melihat kehebohan itu dari ground floor.
"Dari ground floor melihat ke lantai satu, kok orang-orang itu heboh banget, akhirnya saya ikut naik," ujar Riana kepada Kompas.com.
Rupanya, kehebohan itu berasal dari orang-orang yang ingin meminta foto dan bersalaman dengan Presiden. Saat itu, ia melihat Jokowi seorang diri tengah berada di toko sepatu Converse.
"Banyak Paspampres, banyak juga orang yang minta salaman," ujar Riana.
Bahkan, ketika Jokowi beranjak ke toko lain, ada banyak pengunjung yang membuntutinya di belakang. Akhirnya, lanjut Riana, petugas Paspampres mempersilakan para pengunjung untuk berfoto satu per satu dengan Presiden. Mereka juga bersalaman. Bahkan ada yang selfie.
"Yang lucu itu ada pengunjung yang setelah salaman bilang, aduh, tangan Bapak kok bisa halus ya," ujar Riana sembari tertawa.
Meski heboh, Riana melihat peristiwa itu terbilang tertib. Sebab, Paspampres tidak terlalu ketat dan tetap mempersilakan warga untuk mendekati Jokowi.
Jokowi rupanya berada cukup lama di GI. Sebab, sekitar pukul 16.00 WIB, Riana yang sudah berpisah dengan kehebohan itu masih melihat Jokowi berjalan-jalan.
"Yang kedua ini saya lihat dia masuk ke toko Mango," ujar Riana.
Namun, Riana tidak melihat Jokowi bersama anggota keluarganya. Namun, dari salah satu office boy GI, ia mengetahui bahwa Jokowi datang bersama putra bungsunya Kaesang Pangarep.
Sekitar pukul 16.15 WIB, Riana sudah tidak lagi melihat keberadaan Jokowi di GI. Diketahui, agenda resmi Presiden yang dikeluarkan pihak Istana menyatakan bahwa kegiatan Jokowi hari Minggu ini adalah internal alias tidak untuk diliput wartawan.

Beranikah Anies Janji Tak Akan Ada Penggusuran di Jakarta?


Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat menghadiri pawai tarub dalam rangka memperingati tahun baru 1438 Hijriah di kawasan Pademangan Jakarta Utara pada Minggu (2/10/2016).

JAKARTA,  Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tidak bisa memastikan dalam kepemimpinannya nanti tidak ada penggusuran permukiman penduduk di Jakarta.
Hal itu diungkan Anies menanggapi permintaan warga kepada dia untuk tidak melakukan penggusuran jika menang dalam Pilkada DKI 2017.
"Nol penggusuran itu saya rasa tidak akan ada yang berani berjanji. Tetapi semua harus dilakukan dengan baik," ujar Anies di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (2/10/2016).
Anies menuturkan, saat Presiden Joko Widodo menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta saja masih ada penggusuran.
Namun, saat itu Jokowi melakukannya dengan terlebih dahulu berkomunikasi dengan warganya.
"Pak Jokowi juga ada penggusuran, tapi dilakukan secara baik-baik. Ada pemulihannya, dijamin pekerjaannya. Jadi bukan sekadar diberi tempat baru tapi juga penghidupan baru dipersiapkan," ucap dia.
Saat ditanyai apakah menurut Anies masa pemerintahan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama tidak baik dalam hal relokasi, Anies enggan berkomentar.
"Ya mungkin besok akan dilakukan dengan komunikasi yang baik. Caranya macam-macam tergantung kasusnya," kata Anies.
Anies adalah Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera. Ia disandingkan dengan pengusaha muda Sandiaga Uno sebagai wakilnya.

Anies Baswedan Minta Dukungan Warga Pademangan


Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat menghadiri pawai tarub dalam rangka memperingati tahun baru 1438 Hijriah di kawasan Pademangan Jakarta Utara pada Minggu (2/10/2016).

JAKARTA, Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali melanjutkan safari politiknya untuk menemui warga Jakarta Utara, Minggu (2/10/2016). Kali ini Anies, menjumpai warga kawasan Pademangan untuk melakukan pembukaan Pawai Tarub dalam rangka memperingati tahun baru 1438 Hijriah. Dalam acara yang digagas oleh Dewan Masjid Indonesia ranting Pademangan ini, Anies meminta dukungan pada Pilkada 2017 nanti kepada warga.
Dalam Pilkada 2017, Anies berpasangan dengan Sandiaga Uno. Pasangan ini diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera.
"Saya hadir di sini untuk memohon doa restu dari warga Pademangan dan berharap mulai hari ini kita sama-sama kerja keras sampai nanti 15 Februari 2017 (pemilihan gubernur)," ujar Anies di Pademangan, Minggu (2/10/2016).

Anies berjanji jika nanti dirinya terpilih sebagai gubernur DKI Jakarta akan mengubah Ibu Kota akan lebih baik kedepannya. Sehingga, nantinya kondisi Jakarta akan lebih damai dan masyarakat lebih sejahtera.
"Siap mendukung Anies dan Sandi?" tanya Anies kepada warga.
"Kami siap dukung Pak Anies, asal kami jangan digusur," jawab salah satu warga.
"Insyaallah, semoga kita diberi kemudahan dan dimenangkan dalam Pilkada nanti," ucap Anies sambil tersenyum.

Saat turun dari panggung, Anies langsung dikerumununi warga. Mereka terlihat mengajak Anies untuk bersalaman ataupun berfoto. Dalam acara ini turut dihadiri juga oleh Ketua DPD Partai Gerindra, Muhamad Taufik.
Setelah Anies membuka pawai ini, warga memulai pawai Tarub dengan berjalan kaki mengitari kawasan Pademangan. Mereka sambil memainkan alat musik dan melantunkan shalawat.

Jika Terpilih, Ini Janji Anies soal Sengketa Tanah dan Gusuran di DKI


Bakal calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat menghadiri pawai tarub dalam rangka memperingati tahun baru 1438 Hijriah di kawasan Pademangan Jakarta Utara pada Minggu (2/10/2016).

JAKARTA,  Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjanji akan mengedepankan mediasi saat ada masalah persengketaan antara warga dan pemerintah.
Hal itu akan dilakukan, jika nanti dia dipilih menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Untuk itu, Anies mengaku bersedia menandatangani kontrak politik dengan warga Tanah Merah, Jakarta Utara.
"Kami ingin warga Jakarta itu tenang dalam berkarya, bisa bekerja dengan baik dan peran pemerintah itu mengayomi warganya," ujar Anies di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (2/10/2016).
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengungkapkan pentingnya peran kepala daerah dalam menyelsaikan permasalahan warga.
Menurut dia, suatu masalah tidak bisa diselesaikan secara sepihak. Sebab, akan ada masyarakat yang dirugikan.
"Pesan politik tadi itu intinya semuanya akan dikomunikasikan, dibicarakan dan jangan dikerjakan secara sepihak," kata dia.
"Jadi, peran Pemerintah itu sebagai mediator (dalam permasalahan sengketa) meskipun itu bukan tanah milik Pemerintah," ucap Anies.
Anies adalah Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera. Ia dipasangkan dengan tokoh pengusaha muda, Sandiaga Uno.
Anies menandatangani kontrak politik dengan warga Tanah Merah, Jakarta Utara. Adapun bunyi kontrak politik itu adalah melegalisasi kampung-kampung yang dianggap ilegal.
Kampung-kampung itu sudah ditempati warga selama 20 tahun dan tanahnya tidak bermasalah, kemudian akan diakui haknya dalam bentuk sertifikasi hak milik.
Lalu, permukiman yang kumuh tidak digusur, tetapi ditata seperti kampung tematik dan Kampung Deret.
Permukiman kumuh yang berada di atas tanah negara (BUMN) akan dilakukan negosiasi yang melibatkan masyarakat.
Nantinya, Gubernur akan menjadi mediator supaya warga tidak kehilangan hak atas tanah, kemudian memberikan perlindungan dan penataan ekonomi informal kepada warga.
Selanjutnya, Anies diharapkan tetap mempertahankan kebudayaan dan kearifan lokal yang sudah ada dan tumbuh di kampung-kampung Jakarta.
Selain itu, Anies juga diminta mengkaji ulang dan merivisi Perda RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Provinsi DKI jakarta dalam hal zonasi.

Penabrak Peserta Pawai Tahun Baru Islam Ternyata Anggota Polisi


Sejumlah kendaraan hias yang dihantam mobil saat akan mengikuti Pawai Tahun Baru Islam di Limboto, Kabupaten Gorontalo. Lima orang terluka, satu diantaranya dirujuk ke RM Aloei Saboe Kota Gorontalo
 
GORONTALO, Penabrak peserta pawai Tahun Baru Islam di Limboto pada Minggu (2/0/2016) pagi ternyata seorang polisi anggota Satuan Bhayangkara Polres Gorontalo, Brigadir Frandy Tahulending.
Frandy yang saat ini diamankan di Mapolda Gorontalo sedang menjalani pemeriksaan oleh Propam.
Menurut Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Mosyan Nimitch, Brigadir Frandy Tahulending saat itu mengendarai mobil Grand Livina dari arah Bank BRI melewati Menara Pakaya. Saat itu yang bersangkutan sempat tertidur karena habis menenggak minuman keras pada malamnya.
“Brigadir Frandy saat mengemudi kehilangan kendali dan kaget saat sudah menabrak beberapa kendaraan yang sedang parkir dan orang-orang di sekitarnya” kata AKBP Mosyan Nimitch.

Kecelakaan terjadi tepat di depan masjid Baiturrahman Kelurahan Kayubulan Kecamatan Limboto, komplek Menara Pakaya.
Akibat kecelakaan ini, lima orang terluka. Mereka adalah Ibrahim Ahmad alias Pulu (43) warga Kayumerah, Saiful Ajuna (50) warga Hutuo, Efendi Kaaba (22) warga Kayubulan, Widyawati Ibrahim (15) warga Pone dan Saryadin Umar (16) warga Pone.
Saryadin adalah korban yang mengalmi luka serius dan harus dirujuk ke RS Aloei Saboe Kota Gorontalo.
Kapolda Gorontalo, Brigjen Hengkie Kaluara langsung menjenguk korban kecelakaan ini di rumah sakit.

"Kalau Anda Tetap Ingin Merokok, Silahkan Jangan Jadi Kepala Sekolah"

 
Wali Kota Pontianak Sutarmidji saat memberikan sambutan dalam Seminar Nasional dan Bedah Buku Penguatan Karakter dan Kinerja Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah yang digelar Pengurus Kota PGRI Kota Pontianak bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Pontianak di Hotel Orchardz, Sabtu (1/10/2016)

PONTIANAK, - Kebijakan Wali Kota Pontianak, Sutarmidji terkait larangan merokok tak hanya berlaku pada jajaran kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot). Kebijakan itu juga diberlakukan untuk kepala sekolah. Ia pun meminta para kepala sekolah mulai menghentikan kebiasaan merokok.
“Kepada seluruh kepala sekolah, saya minta tidak boleh ada yang merokok. Kalau anda tetap ingin merokok, silakan jangan jadi kepala sekolah,” kata Sutarmidji saat memberi sambutan pada Seminar Nasional dan Bedah Buku Penguatan Karakter dan Kinerja Pengawas Sekolah dan Kepala Sekolah yang digelar Pengurus Kota PGRI Kota Pontianak bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Pontianak di Hotel Orchardz, Sabtu (1/10/2016).
Menurut Sutarmidji, aktivitas merokok bisa memengaruhi kinerja seseorang terutama efisiensi waktu
Sebagai gambaran, ia pernah bertanya kepada pegawai yang menghabiskan empat bungkus rokok dalam sehari. Selama jam kerja sejak pukul 07.15 WIB hingga pukul 15.15 WIB, pegawai tersebut menghabiskan satu bungkus rokok.
"Anggap saja ia menghabiskan sebungkus rokok selama jam kerja dengan jumlah 20 batang rokok. Bila sebatang rokok ia meluangkan waktu selama enam menit, dikalikan 20 batang maka waktu yang terbuang hanya sekadar untuk  merokok selama 120 menit atau dua jam," katanya.
“Artinya 2 jam itu yang seharusnya dimanfaatkan untuk dia bekerja, terbuang hanya untuk dia merokok,” ujar pria yang kerap disapa Midji itu.
Wali Kota yang terpilih untuk periode kedua ini juga meminta para kepsek harus lebih sering berdiskusi.

Sebab menurutnya, terkadang pimpinan sekoalh malas menyerap informasi sebanyak-banyaknya. Padahal itu sangat bermanfaat untuk meningkatkan kinerja dalam tata kelola sekolah.
"Dengan berdiskusi, maka antara satu dan lainnya saling berbagi informasi," ujarnya.
Selain menyerap informasi, kata Midji, para kepsek harus mampu berinovasi. Sebab dengan inovasi, akan melahirkan suatu karya-karya yang lebih bisa diterima secara umum.
Namun demikian, seandainya seorang guru ditunjuk sebagai kepsek, harus tetap mengajar dan mendidik siswa di kelas. Hanya, dia mendapat tugas tambahan sebagai kepsek.
IIntensitas jam mengajarnya bisa dikurangi, sebab orang tersebut mendapat tugas tambahan selaku kepala sekolah.
"Sebagai kepsek, sudah semestinya membawa perubahan-perubahan dalam tata kelola di sekolah," katanya.
Kepada pengawas sekolah, dirinya berpesan supaya mereka berani dan tegas memberi teguran bila ditemukan hal-hal yang kurang baik dari tata kelola sekolah.
Para pengawas diminta jangan menyembunyikan kesalahan kepsek. Kebanyakan pengawas ini, kata Midji tidak berani menegur kepsek karena kebetulan hubungan pertemanan. "Kalau memang salah, ya salah, kalau perlu ditegur ya ditegur,” tegasnya.

Makna Kesaktian Pancasila bagi Ahok


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bersama dengan Anggota DPR RI Fayakhun berdialog dengan warga di Pulau Pramuka, Selasa (27/9/2016).

JAKARTA, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menganggap luar biasa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, terutama sila pertama dan kelima.  Adapun sila pertama berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa", sedangkan sila kelima berbunyi "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia".

Basuki mengatakan, nilai inilah yang membuat Pancasila menjadi sakti.
"Kenapa begitu? Sudah ketuhanan Yang Maha Esa, baru keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Orang Islam bilang habluminallah dan habluminannas, ini betul-betul keseimbangan yang luar biasa," kata Basuki seusai mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Sabtu (1/10/2016).
Selain itu, dia menyebut pengorbanan para pahlawan tidak akan sia-sia.

Generasi penerus tinggal menjaga apa yang sudah diraih para pahlawan, salah satunya adalah Pancasila.
Basuki mengatakan, Pancasila menjadi pondasi dalam kehidupan bernegara.
"Pancasila ini sudah dikorbankan darah dan nyawa, bukan sekadar keringat. Tidak mungkin dong arwah para pahlawan mau membiarkan negara ini hancur oleh orang-orang yang mau membongkar Pancasila lagi. Enggak mungkin," kata Basuki.

Rekening Khusus Dana Kampanye Dinilai Wujud Transparansi Calon Kepala Daerah


Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR), Masykurudin Hafidz

JAKARTA, Peneliti Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz menilai, optimalisasi rekening khusus dana kampanye adalah salah satu wujud komitmen calon kepala daerah terhadap transparansi anggaran.
Keterbukaan soal anggaran dinilai dapat menghindari bentuk kecurangan dalam pilkada. "Pilkada yang adil berasal dari komitmen pasangan calon untuk membuka seluruh dana kampanyenya, baik penerimaan maupun pengeluaran," ujar Masykurudin dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (1/10/2016).
Komitmen tersebut, menurut Masykur, diawali dengan sedini mungkin mencatat dengan baik segala bentuk pemasukan dan biaya yang dikeluarkan yang akan dilaporkan secara periodik kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Guna mempermudah laporan dan menghindari tudingan akan adanya dana haram dalam kampanye, seluruh sumbangan dan pengeluaran dapat disalurkan melalui rekening khusus dana kampanye.
 
Rekening yang diserahkan kepada KPU tersebut bukan hanya formalitas syarat pasangan calon, tetapi menjadi tempat keluar masuknya dana kampanye. Menurut Masykur, pengalaman pilkada serentak tahap I membuktikan bahwa besar kecilnya dana kampanye akan sangat berpengaruh terhadap elektabilitas dan kemenangan pasangan calon.
Tidak adanya batasan dana yang dikeluarkan oleh peserta dan partai politik, serta batasan mengenai sumbangan, menjadi faktor utama dalam kemampuan memengaruhi masyarakat pemilih.
"Rekening khusus dana kampanye juga memudahkan pasangan calon dan tim sukses untuk menyusun laporan keuangan dana kampanye nantinya," kata Masykur.

KPU DKI Perbolehkan Ahok Cari Dana Kampanye dari Makan Berbayar


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dikerumuni warga saat datang meresmikan Pasar Nangka Bungur, Jalan Kalibaru Timur, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2016).

JAKARTA,  Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta Sumarno mengatakan, rencana bakal calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menerapkan makan berbayar diperbolehkan. Sumarno menyebut hal tersebut sebagai sumbangan dana kampanye.

"Boleh-boleh saja. Maksimal individu (menyumbang) Rp 75 juta, perusahaan Rp 750 juta," ujar Sumarno, di Kantor KPU DKI, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (1/10/2016).

Pembatasan dana sumbangan kampanye hanya diberlakukan untuk pihak luar. Sementara untuk partai pengusung, jumlah dana kampanye tidak dibatasi.

"Kalau dari partai pengusungnya tidak apa, cuma harus transparan," kata Sumarno.

Semua dana yang digunakan untuk kampanye pasangan cagub-cawagub harus ada dalam rekening dana kampanye yang diserahkan kepada KPU DKI.

"Semua nanti kan menyerahkan rekening khusus dana kampanye. Masuk dari mana, siapa penyumbang. Semua harus disebutkan buktinya untuk diaudit," ucap Sumarno.

Ahok berencana menerapkan tarif bagi warga yang ingin menemui dan mengajaknya makan bersama selama masa kampanye Pilkada DKI 2017. Tujuannya menerapkan tarif adalah untuk membantu pendanaaan kampanye. 

Menurut Ahok, tarif yang akan dikenakannya sangat bervariatif. Mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 2-3 juta. Ia menyerahkan waktu pertemuan sesuai keinginan warga yang ingin menemuinya. 

Selain itu, Ahok juga mempersilakan warga yang ingin mengundangnya sebagai pembicara dalam sebuah seminar, maupun sebagai komedian stand up comedy.

"Saya datang kalau bicara kan enggak jelek-jelek amat, banyak stand up comedy saya kan. Kalau stand up comedy dibayar Rp 10 juta aku OK-OK saja dong," ucap Ahok, di Balai Kota, Kamis (29/9/2016).

Curi Kabel Listrik, Pencuri Gunakan Baju Logo PLN

 
Dua pencuri berinisial CH (27) dan JA (17) warga Desa Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara di Mapolsek Langkahan, Sabtu (1/10/2016)

ACEH UTARA,  Dua pencuri berinisial CH (27) dan JA (17) warga Desa Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara ditangkap warga Jumat (30/9/2016) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
Untuk memuluskan misinya, kedua pelaku mengenakan pakaian lengkap dengan logo PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), sehingga tidak menimbulkan kecurigaan warga, dan bertindak seakan sebagai petugas PLN yang memperbaiki kabel listrik.
Keduanya ditangkap saat ingin membawa kabel tembaga hasil curian dari tiang listrik milik PLN di Desa Bantayan, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara.
Kapolsek Langkahan Ipda Sudiarno, menyebutkan keduanya mencuri kabel pada siang hari. “Mereka potong kabel tembaga itu, lalu disimpan di parit. Malamnya mau diambil lagi, saat itulah ditangkap warga dan diserahkan ke polisi,” sebut Ipda Sudiarno, Sabtu (1/10/2016).
Kini keduanya ditahan di Mapolsek Langkahan untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, Kepala Humas PLN Lhokseumawe, Ali Basjah menyebutkan kabel itu berfungsi sebagai penetral arus listrik.
“Jadi, kalau kabel itu dicuri, misalnya ada kerusakan, atau ada tegangan petir, risikonya peralatan elektronik warga bisa rusak. Kabel itu untuk menetralkan arus listrik,” sebutnya.
Dia menyebutkan tim PLN segera memasang kabel pengganti di Desa Bantayan, Langkahan, sehingga tidak merugikan masyarakat. “Kami apresiasi pelakunya tertangkap. Tindakan mereka itu bisa merugikan masyarakat yang menggunakan listrik,” pungkasnya.

Teman Ahok Pesan Baju Kotak-kotak di Penjahit Langganan Jokowi


Suprapto saat menunjukan baju kotak kotak pesanan Relawan Teman Ahok, Sabtu (1/10/2016).

SOLO,  Aroma Pilkada DKI Jakarta terasa hingga di kampung halaman Presiden Joko Widodo, Solo, Jawa Tengah.
Komunitas Teman Ahok di kota ini beramai-ramai memesan baju bermotif kotak-kotak di penjahit langganan Joko Widodo.
Sebanyak 1.000 lembar baju dipesan komunitas pendukung Ahok yang mendatangi Modiste Arjuna milik Suprapto di kawasan Gilingan,
Menurut Suprapto, para relawan Teman Ahok memesan 1.000 baju bermotif kotak-kotak yang menjadi ciri khas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.
"Kira-kira dua atau tiga hari setelah pencalonan Ahok. Teman Ahok memesan 1.000 baju. Kalau dulu pas Presiden Jokowi, beliau datang sendiri," kata Suprapto, Sabtu (1/10/2016).
Suprapto berencana segera menyelesaikan pesanan baju tersebut dan akan dikirimkan ke Jakarta dalam dua kloter.
Kloter pertama dikirim tiga pekan usai pemesanan dan kloter kedua akan dikirim awal November.
Menurut Suprapto, 1.000 baju tersebut terdiri dari dua jenis, kemeja lengan pendek dan panjang.
Untuk harga setiap lembar baju, Suprapto membandrol dengan harga Rp 150.000 - Rp 170.000.
Penjahit yang menjadi langganan Joko Widodo sejak masih menjadi wali kota tersebut merasa senang mendapat pesanan dalam jumlah cukup banyak.
Seperti diketahui, Suprapto juga mendapat pesanan baju kotak-kotak saat Joko Widodo maju menjadi Gubernur DKI Jakarta dua tahun lalu.
Motif kotak- kotak mendandak menjadi tren, khususnya bagi para simpatisan Presiden Joko Widodo.

Laki-laki Diminta Waspada, Virus Zika Bisa Hidup di Air Mani Berbulan-bulan


Mariam Araujo bermain dengan bayinya, Lucas, yang terlahir dengan cacat bawaan yakni kepala kecil atau mikrosefalus di Brasil, di mana virus Zika mewabah tahun lalu.

WASHINGTON DC, - Otoritas kesehatan Amerika Serikat memperingatkan bahwa laki-laki juga berpotensi terjangkit virus zika.
Laki-laki agar menunggu enam bulan sebelum memiliki bayi dengan pasangan mereka jika telah melakukan perjalanan ke suatu daerah yang terdapat virus zika.
Virus tersebut bisa menyebabkan cacat gawat pada bayi, seperti dilaporkan Voice of America, Sabtu (1/10/2016).
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, Jumat (30/9/2016), memperpanjang rekomendasi 'waktu tunggu' bagi laki-laki, dari delapan minggu sampai enam bulan jika ingin berhubungan intim dengan pasangannya.
Jangka waktu itu ditetapkan para peneliti menemukan virus zika bisa hidup di dalam air mani selama berbulan-bulan.
Lembaga itu menganjurkan laki-laki menggunakan kondom atau tidak berhubungan seks selama sedikitnya enam bulan setelah kembali dari daerah yang dilanda zika, meskipun mereka tidak menunjukkan gejala terkena virus zika.
zika hanya menyebabkan gejala ringan pada orang dewasa, termasuk demam, ruam, mata merah, dan sebagian orang bahkan tidak merasa sakit sama sekali.
Tetapi, perempuan hamil yang terinfeksi virus itu berisiko melahirkan bayi dengan cacat lahir berkepala kecil, yang disebut mikrosefalus.
Hari Jumat, para pejabat di Thailand mengukuhkan adanya dua bayi yang menderita mikrosefalus. Ini adalah pertama kalinya mikrosefalus dikukuhkan di Asia Tenggara.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak negara-negara di wilayah itu untuk mengambil langkah-langkah yang kuat untuk melawan virus itu.
Nyamuk juga sudah menjadi keprihatinan besar di Thailand karena menularkan penyakit malaria dan demam berdarah.
Meskipun virus zika telah terdapat di Asia Tenggara sekian lama, para pejabat kesehatan mengatakan telah terjadi peningkatan jumlah penderita dalam beberapa bulan terakhir.
Pada Kamis (29/9/2016), para pejabat kesehatan AS menganjurkan agar perempuan hamil menunda perjalanan yang tidak mendesak ke 11 negara Asia Tenggara, termasuk Thailand, karena risiko virus zika.

KPK Jadwalkan Pemanggilan Gamawan Fauzi dan Setya Novanto Terkait Kasus E-KTP

JAKARTA,  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memanggil sejumlah orang yang disebut-sebut terlibat dalam dugaan kasus korupsi dalam pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk (KTP) berbasis nomor induk kependudukan secara nasional atau disebut KTP elektronik.

Dari beberapa nama yang akan dipanggil, dua di antaranya adalah mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto.

"Sedang proses schedule-lah, tapi makin cepat makin bagus," ujar Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, saat ditemui di Senayan, Jakarta, Sabtu (1/10/2016).

Saut mengatakan, penyidik KPK saat ini sedang mendalami beberapa keterangan yang diberikan saksi-saksi dalam kasus pengadaan KTP elektronik atau e-KTP. Saut memastikan bahwa penyidik KPK telah  menemukan keterkaitan pihak-pihak lain dalam kasus tersebut.

"Ini banyak yang mulai 'nyanyi' kan, saya tidak perlu sebut, tapi nyanyian itu tentu didengar penyidik dan tentu akan didalami," kata Saut.

Hingga saat ini, KPK baru menetapkan dua tersangka dalam kasus korupsi KTP elektronik. Pertama, KPK menetapkan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Sugiharto sebagai tersangka.

Pada Jumat (30/9/2016) kemarin, KPK mengumumkan penetapan tersangka mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Irman. Pria yang kini menjabat sebagai staf ahli Menteri Dalam Negeri tersebut diduga ikut melakukan penyalahgunaan wewenang untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain.

Sebelum pengumuman Irman sebagai tersangka, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, diperiksa selama tiga hari berturut-turut oleh penyidik KPK.

Nazaruddin merupakan salah satu saksi yang pertama kali mengungkap adanya korupsi pengadaan KTP elektronik di Kementerian Dalam Negeri. Seusai diperiksa KPK, Nazaruddin kembali menyebut beberapa nama pejabat yang diduga menerima uang dalam kasus korupsi KTP elektronik.

Beberapa nama yang disebut Naaruddin yakni, mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

"Agak Susah Mencari Orang dengan Tingkat Kerja seperti Ahok"


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat berselfie dengan murid-murid SMP 81 Lubang Buaya, Jakarta Timur, Sabtu (1/10/2016).

JAKARTA,  Politisi PDI Perjuangan, Diah Pitaloka, menilai program-program yang dijalankan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memiliki kesamaan dengan gagasan yang dimiliki PDI-P. Menurut Diah, kebijakan-kebijakan Ahok berhasil dijalankan dan mampu memperbaiki layanan publik di DKI Jakarta.

"Agak susah memang mencari orang dengan tingkat kerja seperti Ahok," ujar Diah, melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (1/10/2016).

Diah menuturkan, kebijakan-kebijakan Ahok di Jakarta sangat memerhatikan pendidikan, kesehatan, dan transportasi massal. Dia mengungkapkan, anggaran DKI untuk tiga sektor tersebut juga ditingkatkan.

"Jangan lupa penambahan armada bus transjakarta yang terus diupayakan merupakan langkah Ahok mengatasi kemacetan," ucap anggota Komisi VIII DPR RI tersebut.

Meski begitu, Diah menyebut masih ada sejumlah catatan terkait program yang dijalankan Ahok karena sulit jika diselesaikan dalam satu periode kepemimpinan. Diah yakin, seluruh kader dan simpatisan PDI-P akan mendukung Ahok-Djarot pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Seperti kesenjangan dan kemiskinan yang jadi tantangan kerja Ahok selanjutnya," ucap Diah.

Selain PDI-P, pasangan Ahok-Djarot diusung oleh Partai Hanura, Nasdem, dan Golkar. Ketua tim pemenangan pasangan Ahok-Djarot dijabat Sekretaris DPD PDI-P DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi.

Ahok Santai Ketua Tim Pemenangannya Digoyang Kasus Suap Reklamasi


Pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot memakai piyama di RS AL Mintohardjo Jakarta untuk melakukan tes kesehatan, Sabtu (24/9/2016). Tiga pasangan calon cagub-cawagub menjalani tes kesehatan sebagai syarat Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

JAKARTA,  Bakal calon gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, tak khawatir dengan terpilihnya Prasetio Edi Marsudi menjadi ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot pada Pilkada DKI Jakarta 2017.
Prasetio yang juga sekretaris DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DKI Jakarta itu berulang kali dipanggil untuk bersaksi dalam kasus suap reklamasi Teluk Jakarta oleh Pengadilan Tipikor.
"Saya kira (penunjukkan Prasetio) sudah jadi urusan tim, tidak perlu khawatir lah. Kan yang dijual kami (Ahok-Djarot)," kata Ahok di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Sabtu (1/10/2016).

Dalam persidangan terdakwa kasus dugaan suap reklamasi Teluk Jakarta, Ariesman Widjaja dan asistennya, Trinanda Prihantoro, Prasetio disebut sebagai pihak yang diduga menjadi perantara suap dari perusahaan pengembang properti ke sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta.
Ketua DPRD DKI Jakarta itu juga intensif berkonsultasi dengan Chairman Agung Sedayu Sugianto Kusuma alias Aguan dalam pembahasan raperda tentang reklamasi Teluk Jakarta. Aguan merupakan seorang pengembang yang memiliki kepentingan dalam proyek reklamasi tersebut.
 
Prasetio resmi diumumkan menjadi Ketua Tim Pemenangan Ahok-Djarot pada Jumat (30/9/2016) kemarin. Pemilihan Prasetio ini merupakan kesepakatan Ahok-Djarot dengan empat partai politik pengusungnya. Yakni PDI-P, Partai Nasdem, Hanura, dan Golkar. Prasetio menggeser Nusron Wahid yang sebelumnya menduduki posisi tersebut.

Duterte Ingin Bunuh Para Pencandu Narkoba seperti Hitler Bantai Orang Yahudi


 Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.

MANILA, Presiden Filipina Rodrigo Duterte membandingkan kampanye antinarkobanya dengan Holokaus.
Dia berkata bahwa dia akan membunuh para pencandu sebanyak Hitler membunuh orang Yahudi, sebagaimana dilaporkan BBC Indonesia.
"Hitler membantai tiga juta Yahudi... itu berarti tiga juta pencandu narkoba. Saya dengan senang hati akan membantai mereka," kata Duterte.
Sejak menjabat pada Juni lalu, Duterte telah menerapkan hukuman tembak di tempat terhadap pengguna dan bandar narkoba.
Data resmi mengatakan, lebih dari 3.000 orang telah terbunuh dalam operasi polisi atau oleh pembunuh bayaran.
Jasad yang dibunuh sering ditinggalkan di tempat umum, dengan daftar kejahatan yang dituduhkan ke mereka.
Duterte dengan terbuka berkata dia akan "membunuh 100.000 pelaku kriminal" untuk mengurangi kejahatan di Filipina.
Duterte berbicara di Davao, kota tempat dia pernah menjabat sebagai wali kota dan menerapkan kebijakan anti-kejahatan yang keras.
Di kota itu, dia dituduh menugaskan sejumlah orang untuk membunuh pelaku kriminal.
Presien Duterte berkata kepada para wartawan, dia digambarkan sebagai sepupu Hitler untuk menyerang kritikan yang mengatakan dia melakukan genosida.
Menurut  situs berita lokal Rappler, angka terkini yang dikeluarkan otoritas Filipina awal minggu ini, jumlah pengguna narkoba di negara itu diperkirakan hampir 1,8 juta jiwa.
Jumlah tersebut setara dengan 1,8 persen dari total populasi Filipina.
"Paling tidak jika Jerman memiliki Hitler, Filipina akan memiliki...," pada saat itu dilaporkan Duterte menunjuk dirinya sendiri.
Oleh kelompok Yahudi, seperti dilaporkan Reuters, komentar Duterte dianggap menghina.
"Duterte berutang maaf kepada para korban [Holokaus] atas retorika menjijikkannya," kata Rabbi Abraham Cooper dari Simon Wiesenthal Center yang berbasis di AS.
Kelompok Yahudi yang berbasis di AS, Anti-Defamation League, berkata, komentar Duterte ‘tidak tepat dan sangat ofensif.
"Mengherankan mengapa ada pemimpin yang ingin mengikuti seseorang seperti monster," kata direktur komunikasi Todd Gutnick.
Duterte juga kembali menggunakan pidato tersebut untuk menuduh kemunafikan Barat, baik Amerika Serikat maupun Uni Eropa (UE), mengkritiknya memberlakukan hukuman brutal.
"Kalian AS, UE, kalian dapat memanggil saya apa saja. Namun, saya tidak pernah munafik seperti kalian," ujar Duterte.
"Ada imigran yang keluar dari Timur Tengah. Kalian membiarkan mereka membusuk dan sekarang kalian khawatir akan kematian 1.000, 2.000, 3.000 orang?"

Kisah-kisah Para Pemimpi Kekayaan Korban Dimas Kanjeng


Gubuk derita para pemimpi kekayaan berlipat di sekitar Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Dusun Sumber Cengkelek , Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo.

PROBOLINGGO, Dari ratusan tenda yang berdiri di Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, terdapat satu tenda dengan tulisan mencolok, "Tenda Perjuangan". Tulisan tersebut memakai cat warna kuning sehingga akan lebih tampak mencolok dibanding tenda lainnya yang berdiri di padepokan yang berlokasi di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo.

Tenda ini berada di belakang Padepokan. Lokasinya berbatasan dengan sawah. Luas tenda diperkirakan 4 meter x 4 meter. Tenda itu hanya terbuat dari terpal.

Konon ceritanya, tulisan ini dibuat oleh salah seorang pengikut yang resah dan gelisah menunggu pencairan uang mahar yang dijanjikan akan digandakan oleh Dimas Kanjeng, guru besar padepokan.

Salah satu pengikut yang namanya tidak mau diumumkan mengatakan, tulisan itu dibuat oleh temannya yang bernama Agus asal Jawa Tengah. Ia mengaku tidak mengenalnya secara dekat. Hanya sebatas menyapa antar-pengikut Dimas Kanjeng.

"Tulisan itu dibuat untuk menyemangatinya yang sudah lelah. Ia memang sudah putus asa karena uangnya hilang ratusan juta di tangan Dimas Kanjeng. Makanya, dia buat tulisan tenda perjuangan," katanya.

Dia menjelaskan, Agus menganggap bahwa tenda itu saksi hidup perjuangannya selama di padepokan. Menurut dia, Agus memang sudah lebih dari tujuh bulan bertahan di padepokan dengan kondisi kekurangan. Ia pun rela meninggalkan pekerjaannya sebagai pedagang daging di daerah asalnya, termasuk meninggalkan keluarganya.

"Akhirnya Agus tidak kuat memperjuangkannya. Ia memilih pulang kampung sebelum Dimas Kanjeng ditangkap. Ia sudah tidak memikirkan uangnya," paparnya.

Ia pun mengalami hal yang sama. Ia merasakan bahwa hidup di tenda padepokan ini ibarat sebuah perjuangan mencapai kesuksesan. Namun, ia mengaku bahwa titik kesuksesannya ini terlalu panjang dan berliku. Bahkan, ia pun tidak memiliki gambaran apa yang ada di depannya.

"Saya mau pulang saja, tapi ini masih menunggu transferan uang dari istri saya. Begitu ada uang, saya pulang ke rumah," paparnya.
Kompas TV Membongkar Modus Penipuan Dimas Kanjeng (Bag 1)
Dia menuturkan sudah tujuh bulan di padepokan. Tujuannya sama dengan pengikut lainnya, menunggu pencairan uang mahar. Sebab, syaratnya sebelum uang mahar yang digandakan cair, pengikut diwajibkan belajar agama mulai mengaji, shalat, puasa, dan mengamalkan amalan-amalan lainnya.

"Intinya memperbanyak tirakat. Tapi, sampai tujuh bulan ini belum ada pencairan sama sekali. Saya dulu tahu padepokan ini dari teman saya," tuturnya.

Dia mengaku, niatnya memberikan uang mahar ini untuk memperkaya diri. Ia menyebut memiliki utang dan jumlahnya puluhan juta. Ia tidak memiliki uang sebanyak itu untuk menutupi utangnya.

"Saya justru semakin banyak utang sekarang, uang mahar tidak kembali sama sekali," tutupnya.

Fadli Zon: Sudah Bukan Rahasia Jokowi di Belakang Ahok


Jokowi dan Ahok saat meninjau proyek light rapid transit (LRT) di Cibubur, Jumat (30/9/2016).

JAKARTA, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengatakan, kemesraan Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat keduanya meninjau proyek light rail transit dan mass rapid transit semakin mempertegas isu miring yang beredar selama ini.
"Sudah bukan rahasia lagi bahwa Jokowi di belakang Ahok sehingga diduga kasus-kasus yang jelas-jelas merugikan negara hingga kini belum ditindaklanjuti," kata Fadli saat dihubungi, Jumat (30/9/2016) malam.
Saat meninjau pembangunan proyek LRT di Kilometer 13 Tol Jagorawi, Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (30/9/2016), Jokowi sempat berbicara empat mata dengan Ahok. Para pejabat lain yang semula mendampingi Jokowi menunggu di tempat lain.
Bahkan Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno sempat diberi kode oleh seorang protokol Istana untuk memberi kesempatan Jokowi-Ahok bicara berdua.
Pihak Biro Pers juga sempat mengelabui wartawan agar mengambil gambar Jokowi-Ahok yang saat keduanya meninjau tiang LRT.
 
Saat meninjau proyek MRT di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Jokowi-Ahok juga menunjukkan keakraban serupa. Bahkan Jokowi-Ahok mengunggah foto mereka berdua di lokasi peninjauan di media sosial masing-masing. "Kalau dilihat dari politik, ini adalah gestur Jokowi mendukung Ahok," tambah dia.
Kendati yakin Ahok bersama pasangannya Djarot Saiful Hidayat didukung Jokowi dalam Pilgub DKI 2017, Fadli mengaku tetap yakin pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung partainya bisa memenangi kontestasi. Ia menilai, dukungan Jokowi ke Ahok tak memiliki nilai elektoral bagi masyarakat Jakarta.
"Yang memilih kan rakyat Jakarta. Yang menentukan juga pemilih Jakarta," kata dia.
Meski menilai dukungan Jokowi tak berpengaruh, tetapi Wakil Ketua DPR RI ini pun berharap Jokowi bisa bersikap netral pada Pilgub DKI. Sebab, tidak etis apabila kepala negara ikut cawe-cawe dalam urusan pilkada, apalagi masih banyak berbagai permasalahan yang harus diselesaikan.
"Fokus saja mengurus masalah nasional yang masih berantakan di sana-sini," ucap Fadli.

PT Transito Minta Polisi Telusuri Insiden Videotron Bermuatan Pornografi


Videotron di perempatan Mabua, Kebayoran Baru yang dimatikan setelah terlihat menayangkan film porno, Jumat (30/9/2016).

JAKARTA,  Insiden videotron yang sempat menayangkan film porno di persimpangan PTIK, Jalan Wijaya I, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/9/2016) siang, kini tengah diselidiki pihak kepolisian.

Juru bicara PT Transito Adiman Jati, Widhi Krastawan, mengatakan, saat ini pihaknya menyerahkan seluruh penyelidikan ke polisi. Ia meyakini insiden itu adalah sabotase dari pihak luar.

"Ya kami minta maaf atas gangguan ini, memang ini di luar dugaan, tentu ini problem buat kami, kami langsung melaporkan ke polisi," katanya di Kantor PT Transito, Jakarta Barat, Jumat (30/9/2016).

Widhi meminta polisi segera melacak pelaku yang menayangkan film porno tersebut. Akibat insiden ini, PT Transito terpaksa memadamkan empat videotron lainnya.

Widhi belum bisa memastikan bagaimana konten pornografi bisa tayang di videotron di Kebayoran Baru tersebut. Ia khawatir videotron lainnya juga bisa disabotase.

"Kalau bicara secara teknis dari dalam atau luar juga bisa, itu juga kami belum bisa melacak. Kalau dari Transito Insya Allah tidak," ujarnya.

Pantauan Kompas.com, polisi keluar dari Gedung PT Transito di kawasan Jakarta Barat sekitar pukul 20.30 WIB. Saat keluar dari gedung tersebut, polisi terlihat membawa satu unit CPU dan langsung memasukannya ke sebuah mobil berjenis SUV berwarna silver.

Tak ada sepatah kata pun dari polisi saat keluar gedung. Mereka langsung masuk mobil dan meninggalkan gedung itu menuju Mapolda Metro Jaya.