DEPOK,
Dua orang yang diduga pelaku pembunuhan terhadap dua pria yang mayatnya
ditemukan di Limo, Depok, Sabtu (1/10/2016) pagi, akhirnya dibekuk
polisi.
Kedua pelaku dibekuk oleh Petugas Patroli Jalan Raya
(PJR) Ditlantas Polda Lampung di jalur lintas timur (jalintim), Lampung
Timur, Minggu (2/10/2016) pagi.
Petugas PJR menghadang kedua
pelaku yang kabur dengan mobil Toyota Avanza warna putih B 2963 TFT atas
nama Lastri dengan tulisan 'ojo dumeh'.
Satu dari dua pelaku
yang ditangkap adalah Anton Hardianto (52), warga Kelurahan Mekarjaya,
Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Anton diduga otak kasus pembunuhan ini.
Kasat
Reskrim Polresta Depok Komisaris Teguh Nugroho membenarkan telah
ditangkapnya dua pelaku yang diduga pembunuh dua pria yang mayatnya
ditemukan di Limo, Depok, Sabtu pagi, di Lampung Timur.
Penangkapan dilakukan setelah pihaknya berkordinasi dengan Ditlantas Polda Lampung Timur.
"Sudah kami tangkap, namun masih kami kembangkan. Apakah ada pelaku lainnya termasuk motif pembunuhan," kata Teguh, kepada Warta Kota, Senin (3/9/2016).
Menurut
Teguh, dari hasil pemeriksaan sementara diketahui motif pembunuhan
berlatar belakang praktek perdukunan untuk menarik emas serta benda
pusaka, secara gaib.
Dimana kata dia salah satu pelaku yakni
Anton adalah seorang paranormal yang mengaku bisa mendatangkan emas dan
benda pusaka secara gaib. Modusnya, kedua korban harus menyetor uang
terlebih dahulu.
"Dari saksi-saksi yang kami periksa, ada informasi bahwa keduanya diduga dibunuh saat diajak ritual," kata Teguh.
Setelah itu, kedua korban dibuang di dua tempat terpisah di Limo, Depok, Sabtu.
Teguh menyatakan pihaknya sudah mengamankan sejumlah barang bukti berupa emas batangan dari rumah Anton.
"Kami masih dalami lagi kasus ini, untuk mengungkap semuanya," kata Teguh.
Seperti
diketahui dua mayat pria tanpa identitas, ditemukan di saluran air di
dua lokasi di Kecamatan Limo, Depok, Sabtu pagi, dalam waktu hampir
bersamaan.
Identitas dua mayat pria itu akhirnya terungkap setelah polisi mencocokkan sidik jari korban dengan data base perekaman e-KTP.
Dari hasil otopsi, keduanya juga diduga merupakan korban pembunuhan karena terdapat luka lebam di perut dan leher.
Untuk
mayat pria yang ditemukan di saluran air penghubung, selebar 1 meter di
Jalan Pertanian Raya, RT 05 RW 04, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo,
Depok, diketahui adalah Shendy Eko Budianto.
Shendy tercatat
kelahiran Jakarta 23 Januari 1989 atau berusia 27 tahun. Ia tercatat
beralamat di Jalan Pencil RT 02, RW 03, Desa Wuryorejo, Wonogiri, Jawa
Tengah dan berprofesi sebagi pengemudi taksi online.
Dari
hasil otopsi ditemukan ada luka lebam di perutnya yang melukai hingga
ulu hati. Diperkirakan itu adalah luka bekas pukulan.
Untuk
temuan mayat pria di di Jalan Makam Kopo, RT 09, RW 09, Kelurahan Limo,
Kecamatan Limo, Depok, diketahui, adalah Ahmad Sanusi, pria kelahiran
Wonogiri, 24 Oktober 1996 atau 20 tahun.
Ahmad tercatat beralamat
di Jalan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur dan bekerja di salah
satu perusahaaan pemborong. Hasil otopsi menunjukkan ada luka bekas
cekikan di lehernya.
No comments:
Post a Comment