Komisioner KPK Saut Situmorang saat menghadiri konferensi pers Transparency International Indonesia di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/1/2016).
JAKARTA, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang membantah pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang menyebut KPK bermain politik. Meski demikian, Saut menilai, pernyataan Presiden ke-5 RI tersebut sebagai suatu pengingat untuk KPK.
"Yang itu pasti, tidak bermain politik," ujar Saut melalui pesan singkat, Selasa (6/9/2016).
Menurut Saut, pernyataan Megawati tersebut adalah peringatan untuk KPK, di mana tingkat korupsi di Indonesia belum berkurang secara signifikan.
Saut menganggap bahwa penilaian Mega tersebut adalah suatu hal yang wajar disampaikan, untuk menjadi pengingat agar penindakan dan pencegahan korupsi harus jauh dari unsur politis.
"Terima kasih Ibu Mega sudah mengingatkan kami semua," kata Saut.
Pernyataan mengenai KPK tersebut disampaikan Megawati saat memberikan sambutan pada pembukaan Sekolah Partai PDI Perjuangan di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat, Selasa.
"KPK itu sekarang main politik. KPK itu dulu saya yang bikin loh," ujar Megawati.
Namun, Mega tidak menjelaskan lebih jauh maksud pernyataan "main politik" tersebut.
Pada bagian lain pidatonya, Mega mengatakan, banyak kepala daerah yang terjerat kasus hukum. Dari kasus-kasus yang menjerat kepala daerah, menurut Mega, yang terbanyak kasus korupsi dana bantuan sosial.
"Paling banyak kena itu bansos. Bansos itu memangnya duit sendiri? Bukan," ujar Megawati.
Acara Sekolah Partai II di Depok itu dihadiri 54 orang calon kepala daerah yang telah direkomendasikan oleh PDI Perjuangan.
Mereka akan bertarung dalam pilkada serentak 2017 mendatang. Tampak hadir antara lain Djarot Saiful Hidayat, Hasto Wardoyo, dan Rano Karno.
No comments:
Post a Comment