Presiden Joko Widodo saat peletakan batu pertama proyek sistem transportasi kereta ringan (light rail transit/LRT) Jabodetabek di kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Rabu (9/9/2015).
JAKARTA, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyatakan, Korea Selatan (korsel) tertarik ikut terlibat dalam pembangunan light rail transit (LRT) di Jakarta.
Ahok menyampaikan hal itu setelah pada Kamis (28/7/2016) pagi
mengadakan pertemuan dengan Wakil Menteri Pertahanan, Infrastruktur dan
Transportasi Korea Selatan, Kim Kyung Hwan.
Menurut Ahok, Korsel menyatakan bersedia membiayai proyek LRT di Jakarta. Namun, mereka meminta diberi waktu untuk melakukan kajian.
"Mereka butuh kajian dulu. Saya harapkan mereka bisa bantu kami membangun LRT," kata Ahok.
Ada tujuh koridor LRT yang direncanakan akan dibangun di Jakarta. Salah satu koridor, yakni Kelapa Gading-Rawamangun pembangunannya sudah berjalan sejak Juni 2016 dan ditargetkan rampung sebelum Asian Games 2018.
Menurut Ahok, Korsel tertarik membiayai pembangunan tujuh koridor LRT itu.
"Tapi dia butuh 1 tahun membantu kami membuat kajian tujuh koridor di seluruh Jakarta," ujar Ahok.
Menurut Ahok, Korsel menyatakan bersedia membiayai proyek LRT di Jakarta. Namun, mereka meminta diberi waktu untuk melakukan kajian.
"Mereka butuh kajian dulu. Saya harapkan mereka bisa bantu kami membangun LRT," kata Ahok.
Ada tujuh koridor LRT yang direncanakan akan dibangun di Jakarta. Salah satu koridor, yakni Kelapa Gading-Rawamangun pembangunannya sudah berjalan sejak Juni 2016 dan ditargetkan rampung sebelum Asian Games 2018.
Menurut Ahok, Korsel tertarik membiayai pembangunan tujuh koridor LRT itu.
"Tapi dia butuh 1 tahun membantu kami membuat kajian tujuh koridor di seluruh Jakarta," ujar Ahok.
No comments:
Post a Comment