Ahok: Ada Enggak Kebijakan Saya yang Memihak Pengusaha?


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberi pengarahan kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) DKI terkait Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2017, di Balai Kota, Selasa (23/2/2016).

JAKARTA, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui salah seorang staf khususnya, Sunny Tanuwidjaja memiliki kedekatan dengan para pengusaha. Namun, ia membantah kedekatan itu kemudian mempengaruhi sikapnya kepada para pengusaha.

Ahok, sapaan Basuki, bahkan menilai dirinya bukanlah orang yang gampang dipengaruhi oleh pihak manapun termasuk pengusaha.

"Sekarang saya sudah empat tahun di sini. Ada enggak kebijakan saya yang memihak kepada pengusaha?" kata Ahok di Balai Kota, Kamis (7/4/2016).

Ahok menyatakan sudah banyak penindakan yang ia lakukan terhadap properti-properti milik pengembang besar yang melanggar aturan.

"Agung Sedayu bongkar, ya bongkar. Lippo bongkar. Si Sunny sama Lippo dekat. Dia dekat sama semua (pengusaha). Tapi kalau enggak ya enggak, bongkar ya bongkar. Mana ada yang bisa ngatur kita?" ucap Ahok.

Sunny diketahui baru saja dicegah ke luar negeri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Tujuannya pencegahan adalah untuk mempermudah pengungkapan kasus suap yang menjerat Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi.

Selain Sunny, KPK juga mencegah Richard Halim, Direktur Agung Sedayu Group, ke luar negeri. Pencegahan ini berhubungan dengan penyidikan KPK mengenai kasus dugaan suap anggota DPRD DKI Jakarta terkait pembahasan revisi peraturan daerah (perda) tentang reklamasi.

"Kemungkinan besar, keterangan keduanya dapat memperdalam penyidikan KPK," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha di Gedung KPK, Jakarta, Kamis sore.

Permohonan pencegahan tersebut disampaikan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Rabu (6/4/2016). Pencegahan berlaku selama enam bulan ke depan.

No comments:

Post a Comment